Anak Yatim Terlilit Rentenir, Utang Rp700 Ribu Jadi Rp14 Juta

Ezra Sihite, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jeratan rentenir masih menjadi momok menyeramkan di Indonesia. Namun demikian, tak sedikit yang menjadi korban atas kasus tersebut lantaran merasa tak punya pilihan. Alih-alih membantu, pelaku lintah darat ini justru menambah beban hidup para korban.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, salah satu lembaga kemanusiaan, Sekolah Relawan (SR) telah menyiapkan sederet program yang bertajuk "Baik itu Mudah". Salah satu fokus dari kegiatan itu adalah melawan rentenir.

“Banyak fenomena masyarakat miskin yang terlilit utang beberapa kali kami mencoba menyelesaikan kasus-kasus tersebut. Nah untuk menyelesaikan masalah ini dalam umat muslim itu kan ada zakat untuk sodakoh,” kata CEO Sekolah Relawan, Dony Aryanto di Depok, Jawa Barat pada Selasa 23 Maret 2021

Ia menjelaskan, program lawan rentenir adalah dengan konsep sedekah. Dony menegaskan, korban yang mendapat bantuan ini adalah warga miskin dengan kriteria tertentu.

“Mereka yang terlilit utang karena kebutuhan dasar ya, bukan karena pinjol (pinjaman online) atau apa. Jadi apakah karena sakit, sekolah, jadi mekanismennya tim ini langsung ke lokasi untuk mengecek langsung.”

Dony mengungkapkan, bantuan untuk korban rentenir ini akan dialokasikan sebanyak Rp70 juta per bulan. Dana tersebut berasal dari para donatur.

“Karena itu dari sedekah , dan kaitannya dengan sedekah itu sangat sensitif, masyarakat juga belum teredukasi dengan baik. Kami menganggarkan sebulan itu maksimal Rp70 juta,” ujarnya

Aksi melawan rentenir ini berlaku di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan sejumlah daerah di wilayah Jawa Barat. Dony mengatakan, program ini telah berlangsung sejak sekira dua tahun yang lalu.

Berdasarkan catatan sementara, penerima manfaat paling banyak ada di wilayah Cianjur. Ada satu pengalaman Dony dan sejumlah relawan yang tak bisa dilupakan ketika menghadapi kasus tersebut.

“Jadi ada kasus anak yatim kami yang biasanya bisa bayar sekolah tapi ini hanya untuk bayar utang. Tadinya utangnya cuma Rp700 ribu dan terus berbunga menjadi Rp14 juta selama enam tahun,” kata Ketua Program Sekolah Relawan, Abdul Manaf

Akhirnya setelah diadvokasi, utang tersebut lunas.

“Kita bayar jadi tidak hanya kita bayar tapi kita advokasi juga dan jadinya itu kami bayar hanya Rp5 juta saja. Karena memang tidak ada bukti-bukti yang kuat juga,” tuturnya.

Kemudian Sekolah Relawan juga menggagas program kampung bebas rentenir.

“Tapi ini cukup berat PR-nya, kami harus mengedukasi masyarakat agar wilayahnya tidak dimasuki rentenir," lanjut dia.

Selain itu, lanjut Abdul, pihaknya juga telah menyiapkan program naik pangkat untuk korban rentenir.

“Jadi kita edukasi si peminjamnya agar ke depannya tidak pinjam lagi dengan rentenir dan program lanjutannya yaitu memberikan modal usaha mikro untuk keluarga tersebut,” kata dia.

Dan untuk menyambut bulan suci Ramadan, Sekolah Relawan juga menyiapkan sederet program kebaikan, di antaranya warung makan gratis, belanja bareng anak yatim hingga THR untuk lansia.