Analis: Pengelolaan keuangan WIKA terjaga optimal di tengah pandemi

Ahmad Wijaya
·Bacaan 2 menit

Analis pasar modal Muhammad Nafan Aji menilai pengelolaan keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) masih terjaga dengan optimal di tengah pandemi COVID-19.

Menurut dia, komitmen perseroan dalam menerapkan prinsip kehati-hatian menjadi salah satu faktor terjaganya keuangan WIKA, itu tercermin dari rasio utang perseroan.

"Rasio utang WIKA masih terjaga, itu bagus dan menjadi perhatian di tengah pandemi ini," ujar Muhammad Nafan Aji yang juga Analis Binaartha Sekuritas ketika dihubungi di Jakarta, Selasa.

Tercatat pada kuartal II 2020, rasio utang berbunga (gearing ratio) berada pada posisi 1,26 kali (dari maksimal level covenant 2,5 kali), menunjukkan bahwa WIKA akan tetap beroperasi dengan baik dan siap untuk menangkap peluang di masa mendatang.

Nafan, demikian ia biasa disapa, optimistis kinerja keuangan perseroan akan terus membaik seiring dengan optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Perekonomian 2021 akan lebih baik dibandingkan tahun ini, pertumbuhan ekonomi salah satunya ditopang dengan pembangunan infrastruktur," katanya.

Infrastruktur, lanjut dia, akan memegang peranan penting dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi sekaligus meningkatkan produktivitas untuk jangka panjang.

Menurut dia, masih tingginya kepercayaan pemerintah terhadap korporasi di bidang konstruksi menjadi kesempatan bagi WIKA untuk dapat mempertahankan kinerja positifnya di tengah pandemi COVID-19.

Kepercayaan itu, lanjut dia, tercermin dari kebijakan pemerintah yang menawarkan sejumlah tender Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Reputasi dan rekam jejak WIKA baik, itu akan menjadi benefit bagi WIKA," ucapnya.

Hingga kuartal III ini, terdapat 11 proyek strategis nasional yang tengah dilaksanakan pembangunannya oleh perseroan. Dari proyek-proyek itu, sembilan diantaranya memiliki progres pekerjaan di atas 50 persen, antara lain Jalan Tol Kunciran - Cengkareng, Jalan Tol Serang Panimbang.

Selain itu, Jalan Tol Cisumdawu, Pelabuhan Patimban, Terminal Kijing, Bendungan Cipanas, Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin, hingga PLTU Sulsel Barru 1x100 MW.

Baca juga: Pengamat: Kehadiran vaksin COVID buka peluang positif bagi WIKA
Baca juga: Vaksin-stimulus ekonomi bakal dongkrak kinerja BUMN karya semester II