Analis Prediksi Kinerja IHSG Lebih Baik pada Kuartal II 2021, Ini Faktor Pendukungnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kuartal I 2021 hanya naik tipis. Tercatat pertumbuhan IHSG yang dihasilkan hanya 0,11 persen ke posisi 5.985,52 pada penutupan perdagangan saham 31 Maret 2021.

Melihal hal ini, Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menegakan bila perbaikan IHSG bisa terjadi pada kuartal II 2021. Hal ini tak terlepas dari program vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

"Mungkin kuartal II indeks bisa lebih kuat, karena memang pandemi mungkin lebih terkendali karena proses vaksinasi. Jadi memang lebih baik," kata dia, ditulis Sabtu, (3/4/2021).

Hans juga menyebut, tertekannya pergerakan IHSG di kuartal I tak terlepas dari obligasi di Amerika Serikat yang mengalami kenaikan. Untuk kuartal II, pertumbuhan ekonomi juga diprediksi lebih baik.

"Secara global pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan cukup kuat, terlebih Amerika Serikat. Indonesia juga diperkirakan akan mengalami pertumbuhan," ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen diperkirakan terjadi apabila vaksinasi berjalan sesuai rencana pemerintah. Meski demikian, Hans optimis kuartal II akan jauh lebih baik.

"Ada pertumbuhan 5-7 persen, kalau memang vaksinasi berjalan dengan baik ya. Mungkin indeks sekarang agak terkesan turun. Kemarin saya lihat sempat berada di 5.800 sampai 5.900. Kuartal II ini mungkin akan bergerak lebih positif, mungkin bisa di atas 6.000," tuturnya.

Sementara itu, Analis PT Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas menuturkan, gerak IHSG bakal sideways pada kuartal II 2021. Diprediksi IHSG bergerak di kisaran 5.715-6.274 pada kuartal II 2021. Ia mengatakan, program vaksinasi COVID-19 baik global dan domestik yang akan jadi sentimen positif IHSG.

Sedangkan Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG berpeluang menguat pada kuartal II 2021.

Ia mengatakan, selama IHSG masih mampu bertahan di atas 5.735, IHSG akan mampu kembali menguat ke area 6.000."Kami perkirakan IHSG akan ada penguatan pada kuartal II," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

IHSG Merosot 2,97 Persen pada 29 Maret-1 April 2021

Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada pekan ini. IHSG turun 2,97 persen pada periode 29 Maret-1 April 2021.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 2 April 2021, IHSG merosot ke posisi 6.011,45 pada Kamis, 1 April 2021 dari periode pekan lalu di kisaran 6.195,56.

Selain itu, kapitalisasi pasar saham turun 2,85 persen menjadi Rp 7.101,43 triliun selama sepekan. Dari pekan lalu di posisi Rp 7.309,90 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami perubahan sebesar 0,60 persen atau menjadi Rp 10,62 triliun dari pekan sebelumnya Rp 10,69 triliun.

Selanjutnya rata-rata frekuensi harian susut 8,96 persen menjadi 1.003.634 kali transaksi pada 29 Maret-1 April 2021. Dibandingkan periode pekan lalu di kisaran 1.102.435 kali transaksi.

Rata-rata volume transaksi harian melemah 12,51 persen dari 15,65 miliar saham pada pekan lalu menjadi 13,69 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 1,16 triliun pada Kamis, 1 April 2021. Sepanjang tahun berjalan 2021, aksi beli investor asing mencapai Rp 10,69 triliun.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini