Analis sebut BLT BBM dapat lebih efektif bantu masyarakat

Analis Utama Ekonomi Politik Lab45 Reyhan Noor mengungkapkan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dapat lebih efektif untuk membantu masyarakat yang terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, BLT memang lebih efektif karena sasaran penerima lebih jelas," kata Reyhan dalam pernyataan di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pemberian BLT tersebut dapat mengurangi tekanan yang dialami oleh masyarakat, khususnya golongan kurang mampu, yang rentan terkena gejolak dari kenaikan harga BBM.

Meski demikian, ia mengingatkan perbaikan data penerima juga mendesak untuk dilakukan agar kualitas penyaluran BLT dapat semakin baik dan lebih tepat sasaran kepada penerima.

"Pemerintah memiliki basis data untuk memberikan BLT, meskipun tingkat akurasi data masih perlu menjadi perhatian," ujarnya.

Selanjutnya, menurut Reyhan, pemerintah perlu mengawasi pergerakan harga pangan dan memastikan ketersediaan pasokan, karena apabila barang tidak tersedia, harga cenderung lebih mudah naik.

"Oleh karena itu, ketersediaan barang pokok dan BBM menjadi kunci keberlangsungan kebijakan pemerintah ke depan," kata Reyhan.

Reyhan memastikan skema pemberian BBM bersubsidi selama ini cenderung tidak efektif karena siapa pun bisa membeli BBM jenis bersubsidi tanpa harus ada verifikasi data.

Sebelumnya, Kementerian Sosial telah menyalurkan BLT BBM untuk tahap pertama kepada sebanyak 18,48 juta keluarga penerima manfaat di 445 dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Reyhan menambahkan penyaluran BLT selama empat bulan hingga akhir 2022 ini juga bisa menjadi kesempatan pemerintah untuk konsolidasi menyongsong 2023.

Konsolidasi tersebut mencakup penyesuaian upah minimum dengan pengusaha akibat meningkatnya inflasi. Selain itu, penyesuaian upah menjadi penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Secara khusus, kebijakan BLT juga perlu disesuaikan untuk masyarakat tidak mampu untuk tahun depan. Penyesuaian dapat dilakukan, baik melalui penambahan nominal maupun jumlah penerima," ujar Reyhan.

Baca juga: Wapres: BLT BBM agar kemiskinan ekstrem tak melonjak
Baca juga: Ekonom minta pemerintah awasi ketat penyaluran bansos BBM
Baca juga: Kemenkeu: Realokasi APBN untuk subsidi-kompensasi agar tepat sasaran