Analis Sebut Investor Asing Mencermati Situasi COVID-19 Usai Lebaran

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Investor asing melakukan aksi jual dalam dua bulan berturut-turut pada Maret dan April 2021 di pasar saham Indonesia. Mengutip data RTI, investor asing melakukan aksi jual Rp 2,7 triliun pada Maret 2021. Sementara itu, pada April 2021, aksi jual investor asing sekitar Rp 3,2 triliun.

Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menyebut, kasus Covid-19 yang sedang melonjak di beberapa negara sangat berpengaruh pada investor asing. Oleh karena itu, pergerakan invetasi asing akan sangat berpengaruh pada banyaknya kasus positif COVID-19 di Indonesia usai Idul Fitri.

"Ini sebenarnya kalau COVID-19 di Indonesia bisa di cegah, tidak seperti di India, saya pikir dana akan kembali lagi ke kita. Jadi jangan sampai kasus COVID-19naik terus," katanya kepada Liputan6.com, Selasa (27/4/2021).

Tak hanya itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kuartal II juga akan sangat berpengaruh pada kasus positif Covid-19 yang terjadi di Indonesia.

"Biasanya di kuartal II market enggak mengalami banyak koreksi dan bahkan cenderung positif ya. Tapi sekarang karena kuartal I sudah lumayan baiknya dan pandemi belum juga berakhir mungkin kuartal II bisa saja naik atau pun turun,” ujar dia.

Hans menambahkan, jika kasus COVID-19 meningkat akan menjadi sentimen negatif. “Jadi harus melihat bagaimana sesudah Lebaran nanti," tuturnya

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 27 April 2021, IHSG melemah tipis 0,09 persen ke posisi 5.959,82. Secara year to date, IHSG susut0,33 persen.

Investor asing pun melakukan aksi jual saham Rp 38,98 miliar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi beli bersih investor asing mencapai Rp 8,63 triliun sepanjang tahun berjalan 2021.

Penutupan IHSG pada 27 April 2021

Pekerja melintas di bawah layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di bawah layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak terbatas dan berakhir di zona merah merah pada perdagangan saham Selasa, (27/4/2021).

Mengutip data RTI, IHSG melemah tips 0,09 persen ke posisi 5.959,62. Indeks saham LQ45 turun 0,09 persen ke posisi 891,35. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

IHSG bergerak di kisaran 5.950-6.003 pada perdagangan Selasa pekan ini. Sebanyak 300 saham melemah sehingga menekan IHSG. 193 saham menguat dan 141 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 854.810 kali dengan volume 14,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,8 triliun. Investor asing jual saham Rp 82,59 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.432.

Sebagian besar sektor saham tertekan. Sektor saham tambang naik 2,74 persen dan bukukan penguatan terbesar. Diikuti sektor saham pertanian menguat 0,87 persen dan sektor saham konstruksi mendaki 0,69 persen.

Sektor saham aneka industri melemah 1,46 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Diikuti sektor saham perdagangan susut 1,36 persen dan sektor saham industri dasar melemah 1,18 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini