Analis Sebut Investor Saham Sebaiknya Punya Trading Plan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Investor ritel di pasar modal Indonesia makin meningkat. Ini ditunjukkan dari jumlah investor mencapai 6,1 juta hingga 31 Agustus 2021. Meski demikian, investor ritel juga perlu menambah ilmu investasi di pasar modal termasuk mengetahui analisis teknikal.

Analis mengatakan, memahami analisis tren dinilai penting bagi investor saham agar dapat menetapkan strategi yang tepat ketika bertransaksi di pasar modal.

Menurut Vice President Senior Technical Portfolio Advisor PT Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Alfatih Alfatih, kelemahan banyak investor adalah masalah psikologi. Untuk mengatasinya, menurut dia, investor ritel harus memiliki rencana di awal.

"Jadi jangan impulsif. Lihat running trade wah ini (langsung beli), tahu-tahunya pas di pucuk (memasuki downtrend). Itu sering terjadi. Atau sudah panik sudah lah cut loss padahal pas di harga support,” ujar dia saat acara D Origins Advisory dan IGICO Advisory, bertema The Ultimate Guide to Technical Analysis, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (3/10/2021).

Oleh karena itu, Ia mengatakan, seseorang harus punya trading plan. “Memang yang trading jangka pendek trading plan-nya harus di kepala,” kata dia.

Sementara itu, Elliot Wave Expert dari B Trade Elliottician Wijen Pontus memberi saran untuk belajar analisis teknikal harus belajar selangkah demi selangkah.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Harus Lebih Tenang

Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dia pun sepakat dengan Alfatih. Ia menuturkan, investor ritel harus bersikap tak terburu-buru. “Jangan langsung panik harga turun terus dan banyak berita jelek langsung cut loss, tapi lihat dulu jangan-jangan ini sudah di fase akhir downtrend biasanya orang banyak panik. Kita harus lebih tenang,” kata dia.

Hal senada dengan Alfatih. Ia mengingatkan, trader juga harus ada rencana untuk beli dan target saham.

“Setiap trader kalau mau berhasil harus punya trading plan. Sebelum beli tentukan dulu yang mau dibeli, level belinya berapa, targetnya berapa, alasannya apa. Tentukan dulu trading plan baru action,” kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel