Analisis Lengkap IDI Pandemi Covid-19 Masih Jauh dari Selesai

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai pandemi Covid-19belum selesai menyusul ditemukan peningkatan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di dunia. Varian SARS-CoV-2 BA.4 dan BA.5 pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada Januari dan Februari 2022.

PB IDI menyebut sejauh ini 6.903 kasus Subvarian BA.4 dilaporkan terjadi di 58 negara. Dengan lima negara tercatat memiliki kasus terbanyak yakni Afrika Selatan, Amerika Serikat dan Britania Raya.

Sementara kasus Subvarian BA.5 telah mencapai 8.687 di 63 negara dengan kasus terbanyak di lima negara yakni Amerika, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan. Namun PB IDI menyatakan bahwa tak ada indikasi perubahan tingkat keparahan dari Subvarian BA.4/BA.5 diakibatkan dari varian Covid-19 sebelumnya.

"Namun bukan berarti kita kemudian abai. Risiko gejala bertambah ada pada kelompok lansia, komorbid, belum disuntik vaksin, anak anak," kata Satgas Waspada dan Siaga Covid-19 PB IDI Erlina Burhan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/6).

Sementara jumlah kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia sejauh ini tercatat ada 57 orang. Enam di antaranya penderita merupakan warga negara asing.

Gejala yang diderita pasien subvarian BA.4 ringan seperti nyeri tenggorokan, flu, batuk dan demam. Sedangkan pasien subvarian BA.5 mengalami gejala seperti sesak napas, sakit kepala, muntah, batuk, demam, pilek dan flu serta nyeri tenggorokan.

Rekomendasi PB IDI Memutus Pandemi Covid-19

Untuk itu PB IDI kata Erlina, mengeluarkan rekomendasi terbaru terkait upaya pencegahan Covid-19 varian Omicron BA.4 dan BA.5. Rekomendasi PB IDI itu salah satunya mengimbau masyarakat kembali memperketat masker sekalipun berada di luar ruangan. Sebab menurut Erlina, karena subvarian BA.4 dan BA.4 mempunyai penularan cepat.

"Pemakaian masker di ruang terbuka kembali dilakukan," kata Erlina.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengkajian Penyakit Menular PB IDI Agus Dwi Susanto mengatakan, sosialisasi dan edukasi mengenai protokol kesehatan juga harus diperkuat. Masyarakat, kata dia, perlu diingatkan terus untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

"Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 jadi pengingat masih perlunya memperkuat protokol kesehatan," kata Agus.

Dia menambahkan bahwa Bidang Pengkajian Penyakit Menular PB IDI juga merekomendasikan untuk pengkajian kembali kebijakan lepas masker di tempat umum. Karena itu, katanya, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai subvarian BA.4 dan BA.5 harus terus diintensifkan.

"Peran tenaga medis dalam memberikan sosialisasi dan edukasi menjadi hal penting untuk mencegah penularan," kata Agus.

Rekomendasi IDI Cegah Kasus Covid-19 Melonjak

Berikut rekomendasi PB IDI terkait melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia subvarian BA.4 dan BA.5. Enam rekomendasi itu antara lain:

1. Pemakaian masker di ruang terbuka kembali dianjurkan

2. Aturan PCR negatif untuk pelaku perjalanan kembali diberlakukan (mengingat harga tes semakin murah).

3. Tingkatkan kembali kegiatan Tracing and Testing

4. Lakukan Edukasi masif dan terus menerus tentang upaya pencegahan karena pandemi belum berakhir (di tengah masyarakat yang sudah jenuh dengan pandemi)

5. Menghimbau para pemangku kebijakan spt gubernur dan bupati untuk melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi booster

6. Laksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

[gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel