Analisis Pengamat atas Performa Ernando Ari Sutaryadi di Timnas Indonesia U-23: The Next Kurnia Meiga

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Surabaya - Kiper Timnas Indonesia U-23, Ernando Ari Sutaryadi tampil impresif dalam dua laga melawan Australia U-23. Namun, Timnas Indonesia U-23 kalah 2-3 dan 0-1 dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2022 dan gagal menembus putaran final.

Tapi, dua pertandingan itu memunculkan satu fakta bahwa Ernando merupakan pemain penting. Dia patut menerima pujian dengan tampil gemilang di bawah mistar gawang Timnas Indonesia U-23, terutama pertandingan terakhir.

“Dari semua pemain, saya rasa Ernando saja yang tampil bagus. Saya tahu perkembangan karier kiper satu ini. Dia patut mendapatkan apresiasi. Karena kalau bukan dia kipernya, mungkin akan banyak gol yang masuk,” ucap Hanafing, pengamat sepak bola asal Surabaya kepada Bola.com.

Kiper Persebaya Surabaya itu seolah menjadi mimpi buruk buat Australia U-23 yang tampil sangat agresif dan menekan. Dia mampu menghalau upaya tembakan lain lawan selain yang menghasilkan gol itu.

Penyelamatan pertama Ernando dilakukan pada menit ke-27. Pergerakan Patrick Wood sebagai striker juga sangat membahayakan dengan melakukan penetrasi ke sisi kiri kotak penalti Timnas Indonesia U-23 tanpa kawalan.

Beruntung, kiper berusia 19 tahun tersebut berani keluar menutup pergerakan Wood dan mengamankan bola. Setelah itu, Patrick masih menebar satu ancaman lagi yang masih berhasil digagalkan oleh Ernando.

Penerus Kurnia Meiga

Pemain Australia berulang kali menebar ancaman terhadap gawang Timnas Indonesia U-23, tapi lagi-lagi penampilan menawan Ernando berhasil mengamankan gawang dari kebobolan. (Dok. PSSI)
Pemain Australia berulang kali menebar ancaman terhadap gawang Timnas Indonesia U-23, tapi lagi-lagi penampilan menawan Ernando berhasil mengamankan gawang dari kebobolan. (Dok. PSSI)

Selain itu, masih ada tiga tembakan Lachlan Brook yang berhasil diamankannya. Tiga pemain lain juga tidak ketinggalan, yakni Jacob Italiano, Lucas Mauragis, dan Alessandro Lopane. Total, sebanyak tujuh penyelamatan yang dilakukan Ernando dari total delapan tembakan.

“Ernando ini kiper masa depan timnas senior. Dulu kita punya kiper muda berbakat di Kurnia Meiga. Sekarang mungkin belum ada lagi yang menyamai dia. Nah, Ernando ini saya yakin akan bisa menjadi kiper andalan di masa depan,” imbuh Hanafing.

Hanafing termasuk orang yang mengamati perkembangan karier Ernando. Kiper asli Semarang itu mulai dikenal setelah membawa Timnas Indonesia U-16 menjuarai Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo.

Hanafing, yang menjabat sebagai Direktur Elite Pro Academy Persebaya, kemudian menyaksikan kiprah Ernando di level klub. Ernando mampu membawa Persebaya U-20 menjuarai Elite Pro Academy U-20 2019 di bawah arahan pelatih Uston Nawawi.

“Ernando semakin berkembang dengan baik. Di usia muda, dia sudah punya mental juara. Kemudian di klub, kemampuannya semakin terasah. Dia bahkan sudah diandalkan Persebaya di level senior,” kata Hanafing.

Kiper Kedua Persebaya

Kiper Persebaya, Ernando Ari Sutaryadi saat melawan Borneo FC dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). Persebaya kalah 1-3. (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Kiper Persebaya, Ernando Ari Sutaryadi saat melawan Borneo FC dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). Persebaya kalah 1-3. (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Ernando sebenarnya berstatus sebagai kiper kedua Persebaya musim ini, lantaran pilihan utama jadi milik Satria Tama. Namun, Satria Tama mengalami cedera sebelum BRI Liga 1 2021/2022 digelar dan penjaga gawang utama pun jadi milik Ernando.

Kiper kelahiran tahun 2002 itu lantas menjalani debutnya di usia 19 tahun bersama Persebaya. Dia tampil dalam lima pertandingan BRI Liga 1 sebelum akhirnya mendapat panggilan Timnas Indonesia senior dan U-23 di bulan Oktober ini.

Hanafing bisa dibilang sosok terus memantau perkembangan Ernando di level klub dan timnas. Sebab, pria yang memegang lisensi kepelatihan AFC Pro dan lisensi instruktur FIFA itu juga mengamati perkembangan sepak bola usia muda.

“Dulu kami punya banyak pemain hebat, seperti saat Evan Dimas bersama Timnas Indonesia U-19 juara Piala AFF (U-19 2013). Banyak dari pemain-pemain itu seharusnya bisa menjadi andalan timnas senior sekarang. Tapi, ke mana mereka sekarang? Tidak banyak yang bertahan,” ungkap Hanafing.

“Saya berharap Ernando dan pemain-pemain muda itu bisa tetap konsisten. Nah, ini tugas kami semua bersama menjaga pemain-pemain muda supaya bisa menjadi tumpuan masa depan Timnas Indonesia,” tutur pria yang semasa bermain membawa Timnas Indonesia meraih emas SEA Games 1991 itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel