Anand Khrisna Akan Bawa ke Mahkamah Internasional

TEMPO.CO, Denpasar -Setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan menghukum Anand Khrisna dengan penjara 2,5 tahun, tokoh spiritual itu berencana membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional.

»Ini bukan pilihan saya. Tapi saya terpaksa melakukannya karena adanya oknum di MA yang menghancurkan sendiri lembaga itu,” ujarnya kepada wartawan di Denpasar, Sabtu, 4 Agustus 2012.

Anand sangat terkejut dengan keputusan MA itu. Apalagi di PN Jakarta Selatan, ia dinyatakan bebas oleh hakim Albertina Ho yang terkenal dengan integritasnya. »Di bulan Ramadhan, saya mendapat kejutan ini. Saya mohon para hakim agung diampuni dosanya dan dijernihkan pikirannya,” sebutnya.

Perjuangan itu dinyatakannya sebagai upaya memperbaiki sistim hukum Indonesia demi kepentingan semua orang.

Acara itu dihadiri sejumlah tokoh Bali seperti Ketua Dharma Adyaksa (Dewan Phandita) Parisadah Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa, Anggota Komisi III DPR RI Nyoman Dhamantra, tokoh perempuan Prof.Dr. LK Suyani, pengurus DPP Partai Demokrat Putu Suasta, dan lain-lain.

Sementara itu Prashant Gangtani dari Komunitas Pecinta Anand Asrham (KPAA) menyatakan, pihaknya sudah pasti akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas keputusan itu. »Disini ada masalah karena pelanggaran pasal 244 KUHP yang melarang keputusan bebas untuk dikasasi,” ujarnya. Apalagi dalam persidangan tahap pertama jelas terdapat keanehan dimana pihak-pihak yang mengaku dilecehkan sama-sekali tidak dapat mengajukan saksi. Hakim di PN Jaksel juga sempat diganti karena memiliki hubungan dekat dengan salah-satu pelapor.

Dukungan dari kalangan internasional disampaikan oleh LSM Humanitad yang hadir dalam acara itu. Menurut Casa Stones, pihaknya akan memobilisasi perhatian dan dukungan internasional bagi Anand. » Kami mengenal beliau sebagai tokoh yang memperjuangkan perdamaian, pluralitas dan keadilan sosial,” ujarnya. LSM yang diwakilinya merupakan jaringan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk masalah-masalah kemanusiaan.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus pelecehan seksual dengan terdakwa Krisna Kumar Tolaram Gang Tani alias Anand Krishna.

ROFIQI HASAN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.