Anang dan Ashanty terus fokus kembangkan Token ASIX

·Bacaan 1 menit

Anang Hermansyah dan Ashanty terus fokus untuk mengembangkan Token ASIX melalui berbagai pembenahan dan penguatan proyek token kripto tersebut.

"Saya dan Ashanty selalu memikirkan dan bekerja untuk bagaimana ASIX bisa terus berkembang," ujar Anang sebagai pemilik Token ASIX lewat keterangan di Jakarta, Senin.

Anang merupakan pionir di kalangan musisi yang menekuni dunia kripto dan non-fungible token (NFT). Pada Januari 2022, mantan anggota DPR itu merilis token kripto ASIX yang direspons antusias oleh publik.

Baca juga: Token kripto pendatang baru ini siap jadi wadah industri kreatif

Menurut Anang, dukungan solid para pemegang atau holders ASIX membuat pihaknya optimistis dan meyakini berbagai cobaan akan membuat ASIX semakin kuat. Kehadiran komunitas pun dinilai menjadi penting.

"Teman-teman holders adalah orang yang sabar dan berjalan bersama dengan kami. Kekuatan komunitas yang bisa membangkitkan ASIX. Sekalipun secara finansial kuat, tanpa kekuatan komunitas, tidak akan berkembang," kata Anang.

Sementara itu, Ashanty mengaku sejak ASIX keluar banyak ujian yang dihadapi. Pihaknya pun ingin menstabilkan Asix secara terus menerus.

"Kami tidak diam dan tidak mundur apalagi meninggalkan. Kami ingin komunitas kian solid dan kuat," ujar Ashanty.

Baca juga: Anang Hermansyah gulirkan NFT ramah HAKI

Para holders sendiri optimistis terhadap proyek Token ASIX besutan kedua publik figur tersebut.

"Saya membeli Token ASIX sejak pertama kali diperkenalkan ke publik. Saya optimistis mas Anang dan Ashanty, tidak main-main soal project," ujar Eli, salah seorang holders.

Sementara itu, holders lainnya, Untung mengatakan merasa senang bisa dekat dengan komunitas dan mempercayai Token ASIX akan berkembang.

"Saya suka dengan ASIX, sampai saat ini saya sudah pindahkan ke Indodax. Saya percaya dengan Anang," ujar Untung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel