Anang Hadi Buka-bukaan, Minder saat Ditunjuk Jadi Kapten PSS Sleman

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Sleman - Baru-baru ini, mantan gelandang PSS Sleman Anang Hadi kembali muncul dalam podcast tim Elang Jawa. Ia bercerita panjang lebar mengenai kisah perjalanan karier, termasuk membahas ban kapten yang pernah melingkar di lengannya.

Anang Hadi untuk pertama kalinya menjabat sebagai kapten pada musim 2013. Saat itu, ia merasa canggung lantaran masih muda.

"Banyak pemain senior di PSS memberikan masukan, minimal saya harus mencari kepercayaan diri. Awalnya berat, karena banyak pemain senior. Pelatih bilang saya harus belajar dan bisa. Alhamdulillah berjalan lancar," terang Anang Hadi dalam kanal YouTube PSS TV.

Selain pernah mengemban tugas kapten, Anang Hadi juga menghabiskan kariernya di PSS. Ia termasuk one man club di tim pujaan Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania. Karena ia mengawali sekaligus mengakhiri kariernya di PSS.

"Banyak pertimbangan, karena saya asli Sleman dan ketika membela tim kelahiran jadi kebanggaan tersendiri. Ketika ada tawaran dari klub lain, prioritas saya tetap PSS, termasuk dukungan dari keluarga," kata pria kelahiran Sleman, 20 Januari 1985 ini.

Peran kapten tim begitu besar, sebagai seorang pemimpin rekan-rekannya di lapangan. Kapten tim ikut menjadi penentu psikologis seluruh pemain saat pertandingan, dalam mengarahkan pemain lainnya.

"Kemudian selama di PSS Sleman, semua pelatih punya karakter sendiri, namun yang paling berkesan saya adalah Rudi Keltjes. Beliau yang membentuk saya untuk terus disiplin dan banyak wejangan positif yang saya dapatkan," tuturnya.

Pensiun Dini

PSS Sleman logo.
PSS Sleman logo.

Anang Hadi lama berseragam PSS Sleman. Ia memutuskan pensiun sekitar lima tahun lalu. Mendapat predikat ikon di PSS, karier Anang Hadi sempat tercoreng usai namanya dicatut terlibat dalam "sepak bola gajah" kala PSS melawan PSIS Semarang di kompetisi Divisi Utama, 26 Oktober 2014.

Anang Hadi dianggap tidak bersalah dalam laga yang mencoreng persepakbolaan Indonesia saat itu. Sejak itu, Anang Hadi memutuskan untuk pensiun sebagai pemain pada usia 29 tahun.

Kini dirinya mampu bangkit dari keterpurukannya ketika itu. Nama Anang Hadi mulai mencuat sebagai pelatih muda potensial. Hingga ia masuk dalam program pembinaan usia muda di PSS sebagai pelatih untuk tim akademi.

"Hingga saat adanya kasus itu, dan selesai sanksinya, saya berpikir inilah saatnya saya harus pensiun dan banting setir ke profesi lain yang tidak jauh dari sepak bola," jelas Anang Hadi.

Saksikan video pilihan berikut ini: