Anarkis Adalah Sistem Sosialis Tanpa Pemerintahan, Ini Penjelasannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Anarkis adalah sistem sosialis tanpa pemerintahan. Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia atau KBBI, anarkis adalah hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan, dan ketertiban.

Dalam kamus popular mengandaikan bahwa anarkis adalah sebuah kondisi ketiadaan hukum dan aparat hukum sehingga terjadi kekacauan dimasyarakat. Tindakan anarkis terjadi disebabkan absennya pemerintah dan aparat penegak hukum, sehingga individu dan kelompok menjadi hukum itu sendiri.

Tindakan anarkis berbeda dengan vandalisme, yang mana tindakan vandalisme merupakan orang-orang yang melakukan perusahan. Sedangkan anarkis adalah gerakan politik yang menuntut penghapusan negara, menggantikan semua bentuk otoritas pemerintahan dengan persekutuan bebas, dan kerja sama kelompok maupun pribadi secara sukarela.

Untuk lebih rinci, berikut ini pengertian mengenai anarkis menurut para ahli, ciri-ciri, penyebab, dan macam-macamnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (22/10/2021).

Pengertian Anarkis Menurut Para Ahli

Fans Manchester United demo memaksa keluarga Glazer meninggalkan klub di Old Trafford, Minggu (2/5/2021). (AFP/Oli Scarff)
Fans Manchester United demo memaksa keluarga Glazer meninggalkan klub di Old Trafford, Minggu (2/5/2021). (AFP/Oli Scarff)

Anarkis berasal dari bahasa Yunani (anarchos) yang berarti ‘tanpa pemerintahan’. Sementara, menurut para ahli mengenai anarkis adalah:

Peter Kropotkin

Anarkis adalah sebuah sistem sosialis tanpa pemerintahan. Ia dimulai di antara manusia dan akan mempertahankan vitalitas dan kreativitasnya selama merupakan pergerakan dari manusia.

Ericco Malatesta

Anarkis adalah penghapusan eksploitasi dan penindasan manusia hanya bisa dilakukan lewat penghapusan dari kapitalisme yang rakus dan pemerintahan yang menindas.

Mikhail Bakunin

Anarkis adalah kebebasan tanpa sosialisme. Artinya ketidakadilan, dan sosialisme tanpa kebebasan adalah perbudakan dan kebrutalan.

Bagi mereka yang menganut paham anarkisme, mereka tak menginginkan adanya strata sosial dan hierarki. Bagi mereka seluruh manusia sama kedudukannya. Dan pemerintah adalah bentuk hierarki karena adanya kedudukan, undang-undang buatan manusia, dan hukum. Sementara itu, mereka justru enggan adanya hukum, tidak ada konstitusi dan tidak ada pemerintahan.

Sejarah Anarkis

Ilustrasi Demo. (Freepik)
Ilustrasi Demo. (Freepik)

Istilah anarkis dicetuskan oleh seorang sosialis asal Peranciss yang bernama Pierre Joseph Proudhon (1809-1865). Ide tentang anarkis itu dituangkannya dalam bukunya yang berjudul “Qu’est-ce que la propriété

Dalam bukunya tersebut, Proudhon menyebut dirinya sebagai seorang anarkis. Dia menyampaikan gagasan tentang suatu tatanan masyarakat yang tidak mengenal hirarki dan masyarakat yang bebas menentukan seperti apa kehidupan yang diinginkannya. Paham anarkis modern mulai tumbuh seiring dengan adanya gerakan pekerja yang terjadi di akhir abad ke-19.

Saat itu tumbuh pula gerakan modernisme, anti kapitalisme, dan industrialisasi, dan migrasi yang membuat paham anarkis juga turut menyebar dan berkembang ke berbagai wilayah lain di dunia. Gerakan anarkis sendiri kerap terlibat dalam banyak pergerakan sosial dan politik di berbagai negara. Sebut saja dalam peristiwa Revolusi Rusia dan juga dalam peristiwa perang saudara di Spanyol. Gerakan anarkis kemudian mulai padam setelah usainya perang dunia II, dan hanya muncul sebagai gerakan akar rumput.

Ciri-ciri Anarkis

Ilustrasi demo. (pexels)
Ilustrasi demo. (pexels)

Berikut ini ciri-ciri anarkis, yaitu:

  1. Anarkis menganggap keberadaan negara dan pemerintahan sebagai sesuatu yang berbahaya dan mengancam kehidupan masyarakat, karena dapat membatasi dan mengekang perkembangan masyarakat.

  2. Anarkis juga menentang keberadaan organisasi dan hirarkinya.

  3. Dalam pandangan anarkis, kepribadian seseorang dianggap lebih tinggi dan mulia daripada tuntutan-tuntutan tertentu yang muncul dari lingkungan sosial atau masyarakat.

  4. Anarkis menganggap pendidikan sebagai sebuah fungsi alamiah yang bisa terjadi dengan sendirinya.

  5. Anarkis tidak mengenal adanya aturan birokrasi yang merupakan hasil dari sistem hirarki dalam pemerintahan.

  6. Dalam mencapau tujuannya, penganut paham anarkis tidak segan menggunakan kekerasan.

Penyebab Terjadinya Anarkis

Anarkis sering kali dikaitkan dengan kekerasan, perusakan, dan pemberontakan. Padahal hal itu bukanlah metode tunggal dari tindakan anarkis. Anarkis adalah orang yang berpengharapan. Penyebab terjadinya tindakan anarkis adalah:

1. Pemuda-pemuda yang terasing di perkotaan menemukan anarkisme sebagai kritik terhadap konsumerisme.

2. Rutinitas hidup yang dihabiskan untuk bekerja bagi kapitalisme.

3. Anarkis menawarkan kerangka kerja untuk mengkritik negara dan struktur sosial yang menindas. Sehingga membuat seseorang akan tergiur untuk melakukannya.

4. Tindakan anarkis terjadi disebabkan absennya pemerintah dan aparat penegak hukum, sehingga individu dan kelompok menjadi hukum itu sendiri.

Macam-macam Anarkis

Ilustrasi Anarkistis. (Liputan6.com/Abdillah)
Ilustrasi Anarkistis. (Liputan6.com/Abdillah)

Berikut ini ada beberapa macam anarkis, yaitu:

1. Anarkis Kolektif

Paham anarkis yang doktrin utamanya adalah menghapus segala hal yang memiliki hubungan dengan negara serta hak miliki pribadi terhadap sarana produksi, mereka akan menolak hak milik secara kolektif terhadap suatu kelompok tertentu.

2. Anarkis Komunis

Merupakan paham anarkis yang membuat masing-masing individu menjadi lebih bebas dalam mendapatkan hak dan kewajiban warga negara dalam produksi sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Paham ini membuat masing-masing individu maupun kelompok akan bekerjasama dalam produksi dan memiliki hak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sesuai dengan keinginan mereka sendiri.

3. Anarkis Sindikalisme

Paham sindikalisme adalah mereka yang memiliki solidaritas pekerja, memiliki aksi langsung dalam melakukan produksi dan manajemen yang mandiri terhadap buruh pekerja maupun individu.

4. Anarkis Individualisme

Paham ini lebih mengacu terhadap kebebasan individu. Akan tetapi paham ini telah dicampur tangan oleh sistem demokrasi liberali, sehingga beberapa orang beranggapan bahwa yang menganut paham anarkis individualisme merupakan anarkis liberal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel