Anas Urbaningrum: Saya Tidak Akan Diam, Itu Fitnah Besar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum, sampai saat ini, belum juga berhasil dikonfirmasi terkait 'nyanyian' teman baiknya yang tak lain mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Nazaruddin, dalam percakapan melalui telepon di dua stasiun televisi menyatakan Anas adalah pelaku utama dan memakai dana dari anggaran APBN untuk kemenangan Anas saat Kongres Demokrat tahun lalu.

Anas, hanya merespon pernyataan Nazaruddin melalui twitter yang ia buat Selasa (19/07/2011) malam kemarin, hampir bersamaan saat Nazaruddin diwawancarai melalui telepon. "tidak benar. Saya tak akan diam. Itu fitnah besar," kicau Anas melalui akun twitternya.

Nazaruddin dalam "nyanyiannya' mengungkap, Anas menemui dua orang dari KPK, Chandra Hamzah dan Ade Raharja. Keduanya, akan diluluskan menjadi pimpinan KPK, asalkan kasus suap Sesmenpora, prosesnya dihentikan hanya sampai Nazaruddin saja.

Nazar tegas kemudian menyatakan, seharusnya Anas Urbaningrum sudah layak dijadikan tersangka dalam kasus ini. Yang lain, Nazaruddin juga mengungkap, atas perintah Anas Urbaningrum mencari dana pemenanganan dalam Kongres Demokrat yang berasal dari anggaran negara melalui APBN. Nazar juga mengaku, atas perintah Anas Urbaningrum dirinya kemudian pergi ke Singapura.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.