Ancaman Mayjen TNI Agus Buat Pihak yang Songong Mau Hancurkan Kopassus

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bagi sosok Letjen TNI (Purn.) Agus Sutomo, tidak ada pengalaman yang lebih berharga baginya selain saat menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus). Pria asli Klaten ini begitu mencintai Korps Baret Merah, satuan elite TNI Angkatan Darat yang membesarkan namanya.

Dirangkum VIVA Militer dari berbagai sumber, Agus merupakan jebolan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1984. Purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat ini sangat mahir dalam kecabangan infanteri dan menghabiskan sebagian besar kariernya bersama satuan elite Kopassus.

Tak hanya di Kopassus, Agus juga pernah menduduki sejumlah posisi di komando teritorial dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Pada 2008, Agus ditunjuk menjadi Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 061/Suryakencana. Serelah itu pada 2010, Agus sempat mengenakan baret hijau saat menjabat sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri (Kasdivif) 1/Kostrad.

Pada 2011, Agus kembali lagi ke Kopassus dan menduduki posisi sebagai Wakil Danjen (Wadanjen) Kopassus hingga 2012. Setelah itu, Agus berpindah tugas kembali ke Paspampres sebagai Komandan Paspampres (Danpaspampres) di era Presiden RI ke-6, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tepatnya pada 15 Juni 2012, Agus pun dipercaya menjadi orang nomor satu di Korps Baret Merah. Agus menggantikan posisi Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya sebagai Danjen Kopassus ke-26.

Saat menjadi Danjen Kopassus, Agus harus menghadapi kasus Penembakan Cebongan yang melibatkan 12 orang anggota Kopassus. Sebagai seorang pemimpin, Agus menunjukkan tanggung jawabnya terhadap para pelaku penembakan yang salah satunya adalah Sersan Dua (Serda) Inf Ucok Tigor Simbolon.

Namun demikian, Agus tetap bersikap tegas. Sebagai pimpinan Kopassus, Agus menegaskan bahwa setiap rakyat Indonesia wajib merasa memiliki Kopassus. Sebab menurutnya, Kopassus adalah milik rakyat dan negara.

Agus juga memastikan Kopassus akan senantiasa ada untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tak hanya itu, mantan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jayakarta/Jaya juga mengancam siapa pun yang punya niat mengganggu Kopassus akan berhadapan dengan seluruh anggotanya.

"Semua warga negara harus dan hukumnya wajib merasa memiliki Kopassus. Kopassus adalah aset negara, Kopassus adalah milik masyarakat. Tidak boleh ada satu pun yang mengganggu Kopassus. Karena Kopassus adalah senjatanya negara," ujar Agus.

"Siapa yang akan menghancurkan Kopassus itu namanya salah alamat. Semuanya harus memiliki, harus merapat ke Kopassus. Saya sebentar lagi pensiun, tapi Kopassus tidak boleh pensiun di negeri ini," katanya.