Ancaman Trump naikkan tarif China akan hantam barang konsumen sebelum Natal

Oleh Andrea Shalal

WASHINGTON (Reuters) - Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mendongkrak tarif AS terhadap barang-barang China jika perekonomian terbesar kedua dunia itu gagal mencapai kesepakatan dagang dapat meningkatkan harga telepon seluler, laptop dan mainan kurang dua pekan sebelum Natal.

Trump pada Selasa (12/11) mengatakan kesepakatan dagang dengan China "sudah dekat" namun tanpa detail dan mengingatkan bahwa ia akan menaikkan tarif "secara substansial" terhadap barang-barang China tanpa kesepakatan.

Saham pada Rabu (13/11) di Asia dan Eropa dan pada awal di AS ketia investor mencerna komentarnya.

Ancaman Trump merupakan referensi terhadap pengumuman sebelumnya mengenai pengenaan15 persen yang nilainya sekitar 156 miliar dolar AS terhadap barang-barang konsumer bikinan China yang dijadwalkan berlaku pada 15 Desember, menurut para ahli banyak perdagangan dan sumber yang dekat dengan Gedung Putih. Dikenal dengan daftar barang "4B", tarif tersebut akan menghantam konsol video game, monitor komputer, dekorasi Natal dan barang lain yang sering diberikan sebagai hadiah.

Para penasihat Gedung Putih mengatakan pekan lalu tarif 15 Desember kemungkinan akan dihindari jika kesepakatan perdagangan "fase satu" tercapai. Ancaman Trump, dan reaksi pasar, menggambarkan betapa tidak stabilnya pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, dan seberapa pentingkah mereka bagi ekonomi global.

Pemerintah Trump berharap untuk mencegah tarif 15 Desember, jika memungkinkan, kata William Reinsch, mantan pejabat senior perdagangan AS dan pakar perdagangan di Pusat Studi Strategis dan Internasional.

Lebih dari tarif sebelumnya, ini akan memukul konsumen sangat keras pada waktu yang sensitif, katanya. "Trump tidak ingin melakukan itu tepat sebelum Natal. Optiknya akan mengerikan," katanya.

Sementara sebagian besar barang yang akan dibeli orang Amerika sebelum Natal telah dikirim jauh sebelumnya, pengenaan tarif dapat memicu beberapa "kenaikan harga oportunistik" di pihak pengecer, ia menambahkan.

Reinsch dan pakar lainnya mengatakan mereka masih berharap Washington dan Beijing mencapai kesepakatan "fase satu" sebelum saat itu, namun waktunya terlihat kurang pasti.

"Kami dalam momen berbahaya karena kedua belah pihak merasa mereka berada di atas angin, tetapi saya tidak berpikir pembicaraan telah gagal," kata Reinsch.

Trump secara teori dapat meningkatkan tarif yang sudah dikenakan pada 250 miliar dolar AS atas barang-barang China, menurut para pembantu kongres, mantan pejabat AS, dan pakar perdagangan. Tidak ada indikasi Gedung Putih sedang mempertimbangkan hal itu saat ini.

Trump pada Oktober sepakat untuk tidak menaikkan tarif tersebut menjadi 30 persen dari tarif 25 persen yang berlaku sekarang. Itu akan mempengaruhi barang-barang mulai dari komponen industri dan semikonduktor hingga furnitur dan perlengkapan bangunan.

Tarif 15 persen untuk sekitar 125 miliar dolar AS barang yang mulai berlaku pada 1 September, termasuk perangkat televisi layar datar, perangkat memori flash, speaker pintar, headphone Bluetooth, seprei, printer multifungsi, dan berbagai jenis alas kaki, juga dapat meningkat, kata pakar perdagangan.

Orang yang akrab dengan diskusi mengatakan bahwa China telah meminta tarif 1 September ini untuk dihapus sepenuhnya.

Scott McCandless, kepala di PwC, mengatakan dia masih cukup optimistis tentang kedua belah pihak mencapai kesepakatan "fase satu", mengingat dampak positif yang akan terjadi pada konstituensi utama seperti petani menjelang pemilihan presiden 2020.

Lebih banyak tarif untuk barang-barang konsumen tidak mungkin, katanya. "Konsumen telah menjadi titik terang dalam perekonomian, sehingga mereka ingin menghindari dampak pada itu," katanya.