Ancaman WhatsApp Bikin Pengguna Android Panik, Gimana Konsumen iPhone

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kebijakan privasi baru WhatsApp mulai berdampak meski baru resmi diterapkan pada 8 Februari 2021. Sesuai notifikasi yang muncul di aplikasi pesan instan milik Facebook ini, pengguna Android diminta untuk menyetujui kebijakan privasi barunya itu.

Setelah menyetujui kebijakan baru tersebut, pengguna tidak akan mengalami perbedaan saat menggunakan WhatsApp. Semua chat, pesan, panggilan dan update status masih akan dilindungi dengan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption). Namun, apabila tidak setuju maka WhatsApp menyarankan pengguna untuk menghapus akun mereka.

Baca: WhatsApp, Telegram dan Signal, Mana yang Terbaik

Pembaruan ini diungkapkan WABetaInfo di WhatsApp beta untuk Android versi 2.21.1.1 yang merupakan update pertama platform terlaris di dunia itu pada tahun ini. Tak pelak, kebijakan privasi WhatsApp yang baru ini menuai protes dari netizen yang juga pengguna Android.

Lantas, bagaimana dengan konsumen iPhone yang memakai sistem operasi iOS milik Apple? Berdasarkan data yang diolah VIVA Tekno, Sabtu, 9 Januari 2021, Apple memperkenalkan salah satu layanan terbarunya bernama iMessage di sela-sela pengumuman iPhone 4S dan update iOS 5 pada 11 tahun lalu.

Secara khusus, iMessage tidak berbeda jauh dengan BlackBerry Messenger (BBM) yang memiliki RIM, karena memang fitur ini merupakan pesan instan eksklusif bagi pengguna iPhone, iPod Touch, Mac, iPad dan Apple Watch.

iMessage sebenarnya bisa mendukung sejak iOS 4, namun bentuknya hanya terbatas untuk berkirim pesan teks saja. Namun, sejak Apple memperkenalkan upgrade terbaru iOS 5, layanan tersebut sudah bisa saling berkirim foto, video, rekaman suara, melakukan panggilan suara dan video, dan emoji ke kontak mereka.

Seperti diketahui, Apple termasuk perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) yang mengutamakan privasi dalam produk-produknya, termasuk di aplikasi iMessage yang merupakan aplikasi pesan instan bawaan untuk iPhone.

Dari penjelasannya di situs Apple, iMessage mengumpulkan data privasi yang dihubungkan dengan identitas pengguna berupa alamat email, nomor telepon, histori pencarian, dan ID perangkat.

Kini, aplikasi iMessage menjadi salah satu aplikasi paling populer di ekosistem Apple. Pengguna bisa menyinkronkan pesan di semua perangkat Apple yang masuk ke akun Apple pengguna.

Kendati demikian, hal tersebut membuat iMessage jadi salah satu kekuatan dan kelemahan terbesarnya. Sebab, Apple tidak menawarkan klien web iMessage, yang artinya pengguna tidak dapat mengakses pesan di PC atau laptop.

Selain itu, layanan pesan instan Apple ini juga tidak tersedia di Android atau platform lain di luar ekosistem raksasa teknologi yang didirikan oleh Steve Jobs. Jadi, hanya berguna jika teman dan anggota keluarga pengguna berinvestasi dalam ekosistem Apple.

Melansir situs Gadgetsnow, Apple baru-baru ini meluncurkan label privasi untuk semua aplikasi iOS yang ada di App Store. Label ini mengharuskan pengembang aplikasi untuk mengungkap data privasi apa saja yang mereka kumpulkan dari pengguna dan akan digunakan untuk apa. iMessage bisa diakses semua pengguna iPhone yang sudah menjalankan iOS 14.