Ancang-Ancang Adaptasi Pendidikan di Tengah Pandemi di Sulteng

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Palu - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah menargetkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk daerah PPKM level 3 pada bulan Oktober mendatang. Saat ini persiapan tengah dilakukan.

Walau PTM diprioritaskan untuk daerah dengan PPKM Level 3 namun pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah meminta pihak sekolah di semua daerah menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan, penunjang pembelajaran tatap muka di saat pandemi.

“Ada 10 daerah dengan level PPKM 1,2, dan 3 yang dibolehkan melaksanakan PTM. Kami rencanakan di bulan Oktober sudah laksanakan,” Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Yudiawati Windarusliana mengatakan di Palu, Jumat (03/09/2021).

Selain kesiapan sarana dan prasarana, saat ini kata Yudiawati pihaknya juga tengah mendorong capaian vaksinasi guru dan pelajar sebagai salah satu syarat pembukaan kembali sekolah, yang disebutnya masih rendah. Berdasarkan data Pusdatina Covid-19 sendiri secara umum capaian vaksinasi di Sulawesi Tengah hingga 1 September, 2021 baru mencapai 19,2 persen.

Rencana pembukaan kembali sekolah itu juga berdasarkan Surat Intruksi Gubernur Sulteng yang terbit pada 24 Agustus lalu. Surat yang diedarkan kepada para kepala daerah itu di antaranya meminta pembelajaran tatap muka di sekolah nantinya dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas kelas dan dilaksanakan bergantian, serta memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

Daerah yang dibolehkan membuka kembali sekolah itu yakni Parigi Moutong, Sigi, Morowali, Morowali utara, Buol, Banggai kepulauan, Banggai Laut, Donggala dan Tojo Una-una. Sementara daerah yang belum dibolehkan atau berstatus PPKM Level 4 yakni Kota Palu, Poso, dan Banggai.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan Berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel