Anda Di-PHK, ini Solusinya

Syahdan Nurdin, LAPO

VIVA – Pemutusan hubungan kerja bisa dialami oleh siapa saja, termasuk pembaca. Meski tak berharap, tidak ada salahnya untuk bersiap. Siapa yang tidak was-was mendengar istilah perampingan, restrukturisasi, penggantian manajemen perusahaan?

Sebab hal itu pasti berimbas pada pengurangan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), tidak hanya menimpa karyawan berkinerja buruk, tapi bisa juga karyawan baik, dengan alasan perampingan biaya operasional.

Beberapa perusahaan memberikan pembekalan kepada karyawan yang terkena PHK dengan tujuan menyiapkan mental dan wawasan mengenai manajemen keuangan, khususnya uang pesangon. Bila kita termasuk karyawan tersebut maka kita harus mengikuti pembekalan tersebut. Hal lain yang harus diperhatikan adalah :

Satu, langsung komunikasikan dengan pasangan dan anak-anak bahwa penghasilan akan terhenti sementara. Jangan sampai merahasiakannya apalagi pura-pura berangkat kerja padahal sudah di-PHK.

Kedua, jangan panik dan malu. PHK adalah hal biasa yang terjadi dalam kehidupan ini. sebagian karyawan mengalami kejadian ini berkali-kali.

Ketiga, berjiwa besar. Bila ada orang menanyakan penyebab kita terkena PHK, jawablah dengan bijaksana tanpa menjelekkan perusahaan. Bagaimanapun juga perusahaan tempat kita mendapat penghasilan selama ini. Siapa tahu orang yang bertanya menjadi jalan rezeki kita selanjutnya. Karena itu jawaban bijaksana bisa menjadi pertimbangan untuk meraih peluang kerja.

Ketika melakukan PHK perusahaan akan memberikan pesangon sesuai aturan Kementerian Tenaga Kerja. Besarannya berbeda setiap karyawan tergantung lama bekerja, pangkat, dan besar gaji.

Uang pesangon ini sangat bermanfaat untuk menyambung hidup. Namun, tak jarang juga menjadi masalah, karena kita tak biasa mengelola uang dalam jumlah besar.