Anda Pencinta Matcha? Ketahui Dulu Hal Berikut

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Matcha menjadi salah satu jenis minuman yang populer belakangan ini. Bagi yang bukan pencinta kopi ataupun tidak bisa meminum kopi mungkin matcha bisa menjadi salah satu pilihannya. Matcha sendiri adalah teh hijau dalam bentuk spesial yakni berbentuk bubuk halus.

Tidak seperti teh hijau tradisional lainnya, mengutip dari Health.com, Selasa (3/11/2020) berikut yang perlu Anda ketahui tentang proses dari awal pembuatan matcha.

1. Sebelum dipanen teh matcha ditutupi dengan kain pelindung agar daun dapat tumbuh dengan rasa dan tekstur yang lebih baik.

2. Setelah itu daun dipilih dengan tangan, dikukus sebentar untuk menghentikan fermentasi, kemudian dikeringkan dan didiamkan dalam penyimpanan dingin yang dapat memperdalam rasa.

3. Daun kering tersebut kemudian digiling dengan batu menjadi bubuk yang halus

Ilustrasi Matcha Latte/copyright: unsplash/mike marquez
Ilustrasi Matcha Latte/copyright: unsplash/mike marquez

Menyeduh matcha sendiri sangatlah mudah yakni dengan mencampurkan sekitar satu sendok teh bubuk matcha dengan secangkir air panas lalu diaduk lalu Anda dapat langsung menikmatinya.

Matcha sendiri memiliki manfaat bagi kesehatan karena terbuat dari teh yang berkualitas tinggi sehingga menjadi salah satu sumber nutrisi yang kuat daripada teh hijau yang direndam.

Selain itu matcha kaya akan antioksidan polifenol yang telah dikaitkan untuk melindungi dari penyakit kanker dan jantung serta pengaturan gula darah yang lebih baik, penurunan tekanan darah dan anti-penuaan.

Mengonsumsi daun utuh dalam matcha juga akan mendapatkan 3 kali lipat lebih banyak kafein daripada secangkir teh yang diseduh. Matcha juga dapat menciptakan ketenangan karena zat alami yang dikandungnya.

Matcha juga dapat dijadikan sebagai bahan untuk hidangan yang manis dan gurih seperti dalam membuat muffin matcha, brownies, pudding, sup matcha dan masih banyak lagi.

Dibalik semua manfaat yang didapatkan, perlu diketahui bahwa matcha tidak baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

Reporter: Tasya Stevany