Andai Lengser dari Ketua PSSI, Iwan Bule Ingin Punya Warisan untuk Sepak Bola Indonesia

Bola.com, Jakarta - Posisi ketua umum PSSI selalu menjadi kursi panas di sepak bola Indonesia. Banyak orang yang seakan berebut untuk menempati posisi tersebut.

Jabatan ketua umum PSSI juga kerap menjadi batu loncatan. Tak sedikit orang yang awalnya menjadi ketua umum PSSI lalu menempati jabatan politik lain yang dinilai lebih tinggi.

Peran ketua umum PSSI saat ini yang dipegang Mochamad Iriawan, sedang digoyang. Sosok yang karib disapa Iwan Bule itu bahkan seakan terpaksa mempercepat Kongres Luar Biasa (KLB).

Beberapa pihak mulai disebut bisa menjadi pengganti Iwan Bule pada KLB mendatang. Termasuk Kaesang Pangarep, Azrul Ananda, hingga Erick Thohir.

"Ya pasti ada, tapi tanyakan kepada yang mau itu. Kita ikuti mekanismenya saja," kata Iwan Bule di kanal Youtube Deddy Corbizier belum lama ini.

Ingin Punya Warisan yang Baik

Menurut tokoh yang akrab disapa Iwan Bule ini, meski belum ada tanggal pasti kapan akan digelar, ia optimis lanjutan Kompetisi Liga 1 2022/2023 akan kembali digulirkan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Menurut tokoh yang akrab disapa Iwan Bule ini, meski belum ada tanggal pasti kapan akan digelar, ia optimis lanjutan Kompetisi Liga 1 2022/2023 akan kembali digulirkan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Iwan Bule akan menjabat sebagai ketua umum PSSI hingga akhir 2023. Namun, pensiunan Polisi itu bisa turun lebih cepat jika pada KLB PSSI nanti tidak terpilih lagi.

Iwan Bule menyatakan tidak masalah jika harus kehilangan posisinya. Namun, ia ingin memberikan warisan yang baik untuk sepak bola Indonesia.

"Saya ingin memberikan yang terbaik di sepak bola, harus ada legacy yang baik," katanya.

Mantan PLT Gubernur Jawa Barat itu pun memiliki cita-cita yang ingin dicapai pada masa kepemimpinannya di PSSI. Salah satunya, ia ingin menjadikan sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa.

"Itu tidak bisa dibayar sama uang, sebagai alat perjuangan, alat pemersatu bangsa," tandasnya.

Peningkatan Prestasi

Kehadiran pria yang akrab disapa Iwan Bule itu tidak hanya menonton laga namun juga memberikan motivasi dan semangat untuk para pemain Timnas Putri dan Tim PON Jabar. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Kehadiran pria yang akrab disapa Iwan Bule itu tidak hanya menonton laga namun juga memberikan motivasi dan semangat untuk para pemain Timnas Putri dan Tim PON Jabar. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mochamad Iriawan pun membeberakan beberapa peningkatan prestasi di era kepemimpinannya. Prestasi yang pertama adalah peningkatan ranking FIFA Timnas Indonesia.

"Sekarang ini, kita cukup membanggakan, bukan saya ya, semua terlibat. Timnas senior kita sudah lolos kualifikasi piala Asia, kemudian ranking FIFA kita dari 179 naik jadi 152," ujarnya.

Di level kelompok umur, Timnas Indonesia U-20 pun lolos ke Piala Asia U-20 2023. Sayangnya, pencapaian itu tak bisa diikuti oleh Timnas Indonesia U-17.

"Kemudian, kemarin Timnas U-20 lolos kualifikasi Piala Asia U-20, dan satu lagi Timnas wanita udah hampir tidak lolos Piala Asia, tahun ini lolos", jelas Ketum PSSI.

Tak Sengaja

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule hadir di Kantor Komnas HAM didampingi oleh Sekjen PSSI, Yunus Nusi dan Waketum PSSI, Iwan Budianto. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule hadir di Kantor Komnas HAM didampingi oleh Sekjen PSSI, Yunus Nusi dan Waketum PSSI, Iwan Budianto. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Iwan Bule juga menuai kritikan terkait kata-kata 'hadirin sekalian yang berbahagia' ketika memberikan pidato dan keterangan soal tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu. Dia mengaku jika hal tersebut bukan sebuah kesengajaan.

"Situasi yang membuat saya nervous. Melihat keadaan begitu luar biasa mengagetkan saya," kata Iwan Bule.

"Tekanan di kepala saya, psikologis yang luar biasa. Saya tidak sengaja juga. Tidak mungkin saja sengaja juga," sambungnya.