Andalkan Keiritan BBM, KIA Tak Keder Hadapi Hybrid

PT KIA Mobil Indonesia (PT KMI) saat ini tengah fokus untuk menjual produk-produk yang sudah akrab bagi konsumen Indonesia, seperti KIA Sportage, Picanto maupun Rio. Produk-produk KIA yang saat ini dipasarkan, tak kalah dengan hybrid, di samping ramah lingkungan juga irit BBM.

Bahkan KIA Rio generasi keempat berhasil memangkas emisi C02 dan konsumsi bahan bakar, nyaris setara mobil hibrida. Misalnya model Rio 1.1 CRDi ‘1' EcoDynamics, cuma butuh 1 liter BBM untuk menjejak sejauh 50 km dan hanya mengeluarkan CO2 94 gr/km.

"Di luar kita juga punya Optima hybrid yang teknologinya tidak kalah dengan mobil-mobil hybrid merek lain, tapi tidak ada rencana menjualnya di sini. Ya karena tadi, tidak ada insentif dan kebijakan yang jelas buat apa. Konsumen juga belum terbiasa dengan teknologi hybrid, bagaimana mau jualnya, bisa sia-sia," kata Ridjal Mulyadi, Marcomm Manager PT KMI di booth KIA PRJ, belum lama berselang.

Pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011 lalu, PT KMI sempat memajang KIA Optima Hybrid. Model ini sebelumnya pernah memulai debutnya pada Los Angeles Motor Show 2010. Sedan hybrid yang dibuat dan menyasar pasar AS ini adalah varian terbaru dalam hal desain dan teknologi masa depan. Dengan inovasi

KIA terbaru, mobil ini memiliki tingkat efisiensi bahan bakar yang mengagumkan.

KIA Optima hybrid mengusung sistem full parallel hybrid yang sanggup menciptakan paduan sempurna antara performa dan efisiensi bahan bakar. KIA Optima hibrida dibekali mesin bensin Theta II 2,4-liter plus motor listrik yang dilengkapi baterei lithium polymer.

Dengan bekal tersebut ia sanggup menuai tenaga 166 hp dan torsi 209 Nm. Sementara energi motor listriknya menghasilkan daya 40,7 ps dan torsi 205 Nm. (kpl/nzr/bun)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.