Anders Antonsen Cerdik Baca Situasi Final BWF World Tour Finals

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVA – Duel sesama pebulutangksi Denmark tersaji dalam final sektor tunggal putra BWF World Tour Finals 2020. Bermain di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Minggu 31 Januari 2021, Anders Antonsen berhadapan dengan Viktor Axelsen.

Antonsen memulai gim pertama dengan kepercayaan diri tinggi. Pebulutangkis berusia 23 tahun itu bisa memaksa Axelsen menyerah dengan skor 21-16.

Di gim kedua, Axelsen bisa merebut kemenangan telak 21-5. Tapi memulai gim ketiga, kemudahan seperti sebelumnya tidak didapatkan. Antonsen yang malah kemudian menang 21-17.

"Saya terkejut dan saya sangat, sangat bahagia. Ini luar biasa, saya tidak berharap untuk maju sepenuhnya," kata Antonsen, dikutip dari laman resmi BWF.

Antonsen mengaku betul-betul tidak menyangka gelar juara BWF World Tour Finals 2020 adalah hal nyata. Karena dia memulai persiapan tampil dengan penuh tantangan.

"Sungguh luar biasa bisa mendapatkan gelar sebesar ini. Sulit untuk diproses dan saya bahkan tidak tahu harus berkata apa," tutur Antonsen.

"Saua mengalami bulan yang sulit, banyak hal tidak berjalan dengan baik untuk saya dan saya telah banyak berjuang, jadi untuk menang di sini tidaklah nyata," imbuhnya.

Antonsen mengatakan berhadapan dengan Axelsen bukanlah hal mudah. Dia tahu betul kualitas seniornya tersebut yang punya keunggulan dalam beberapa aspek ketika berada di atas lapangan.

"Hari ini saya berjuang keras, berusaha untuk tidak menyerang terlalu keras dan kemudian coba menambah jarak dengan pukulan angkatan saya. Karena saya tahu dia punya serangan yang hebat," kata Antonsen.

Yang menurut Antonsen jadi kunci dia bisa menang dalam final ini adalah strategi di gim kedua. Ketika sudah tertinggal jauh, dia memilih untuk menyimpan tenaga.

Gim kedua sengaja dia lepaskan dan bisa dimenangkan oleh Axelsen. Tapi begitu di gim ketiga, dia langsung tancap gas dan bermain semaksimal mungkin untuk menang.

"Kesabaran adalah kuncinya. Di gim kedua saya menghemat energi untuk gim ketiga, karena saya tahu saya tidak memiliki sumber daya. Saya harus sangat memperhitungkan. Dan memutuskan akan lebih pintar jika memilih gim ketiga," ujarnya.