Andi Arief Mau Polisikan Henry Yosodiningrat

Bayu Nugraha, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief mendatangi Gedung Bareskrim Polri pada Selasa, 16 Februari 2021. Ia datang temui penyidik untuk konsultasi melaporkan Politisi PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat.

“Saya hari ini berkonsultasi untuk melaporkan tindak pidana lain terhadap Henry Yosodiningrat,” kata Andi Arief di Gedung Bareskrim Polri.

Ia mengaku sudah koordinasi dan konsultasi dengan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim serta Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim. Rencananya, Andi Arief mau melaporkan terkait kasus dugaan ancaman kekerasan.

“Seperti kita tahu, Henry mengancam memukul saya di depan anak istri saya. Jadi, saya sudah konsultasi ke lantai 15 Siber dan lantai 4 Pidum,” ujarnya.

Menurut dia, penyidik telah menyarankan agar melengkapi syarat untuk membuat laporan. Namun, ia tidak menjabarkan syarat-syarat yang harus dibawa saat membuat laporan terhadap Henry nanti. Hanya saja, ia tidak mau melaporkan terkait Undang-Undang ITE.

“Saya terus terang agak kurang setuju menggunakan UU ITE, walaupun sumber informasi kekerasan ini dari transaksi elektronik. Saya harap ini pidana umum saja, ancaman kekerasan, dan ancaman UU Perlindungan Anak,” jelas dia.

Sebenarnya, Andi Arief tidak mau mengambil langkah hukum dengan melaporkan Henry Yosodiningrat. Tetapi, ia melihat tidak ada itikad baik dari Henry untuk komunikasi. Sehingga, Andi Arief menganggap ini ancaman yang serius.

“Saya sebetulnya sudah melupakan kasus ini, cuman enggak ada tanda-tanda yang positif. Karena Henry masih saudara saya, jadi saya tau perilakunya, anak, keluarga. Ancaman itu tidak main-main, ancaman cukup serius dan saya juga menghadapi dengan serius,” jelas dia.

Sementara Pengacara Andi Arief, Taufiqurrahman mengatakan sebenarnya Andi Arief orang yang sungkan untuk melaporkan siapa saja. Sebab, Andi Arief belum pernah melaporkan seseorang atau siapa pun ke kepolisian.

“Karena ini sudah sangat terpaksa, maka beliau melaporkan karena ancaman ini bukan cuma ditujukan kepada Pak Andi Arief, tapi ancaman ini berkaitan dengan keluarga,” katanya.

Baca juga: Polwan Cantik di NTB Jago Bahasa Mandarin Buat Netizen Terpesona