Andi Arief: Pak Kapolri, Saya Dapat Kabar Aparat Tak Netral di Medan

Hardani Triyoga, Reza Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tiga pekan jelang hari pencoblosan Pilkada Serentak 2020, dinamika persaingan pemilihan Wali Kota Medan kian panas. Kubu Bobby Nasution dianggap melakukan dugaan kecurangan dengan melibatkan aparat.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Demokrat, Andi Arief, menyampaikan adanya kabar dugaan aparat di Medan tak netral karena mendukung menantu Presiden Joko Widodo yakni Bobby Nasution. Andi menyampaikan hal tersebut melalui akun Twitternya, @AndiArief_

"Pak Kapolri, saya mendapat kabar bahwa aparat tidak netral di pilkada Kota Medan. Mereka mendukung Menantu Pak jokowi, Boby," tulis Andi yang dikutip pada Rabu 18 November 2020.

Andi meminta Kapolri Jenderal Idham Azis memperhatikan dugaan tersebut. Ia menyebut dengan kondisi dugaan seperti itu, para aparat dan birokrat sudah tidak sungkan lagi terlihat sebagai tim sukses pasangan calon.

"Mohon jadi perhatian pak, kabarnya aparat dan birokrasi sudah tidak malu-malu lagi menjadi bagian tim sukses," lanjut Andi.

Kicauan Andi Arief ini juga ditanggapi oleh elite Partai Demokrat lainnya, yaitu Wakil Ketua Umum Benny K. Harman. Benny meminta komitmen dari aparat untuk menjaga netralitasnya selama perhelatan pilkada.

"Pak Kapolri dengarkanlah rakyat yg lagi resah. Perlu terus dijaga netralitas seturut perintah Hukum. Kata2 indah dari zaman Yunani kuno yang sarat dgn pesan moral utk para pemimpinnya, saya kutip di sini. “Raja Adil, Raja Disembah. Raja Lalim, Raja Dirajam.” Rakyat Monitor!" kata @BennyHarmanID.

Terdapat dua pasangan calon atau paslon yang bersaing di Pilkada Kota Medan 2020. Dua paslon itu Muhammad Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman dan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

Partai Demokrat bersama PKS berkoalisi mengusung duet Akhyar-Salman. Pun, Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman diusung koalisi besar yang terdiri atas PDIP, Gerindra, PAN, Golkar, NasDem, PSI, Hanura dan PPP. (ren)