Andi Mallarangeng Siap Bongkar Dalang Korupsi Hambalang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Andi Alfian Mallarangeng tegaskan siap membongkar kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang, Jawa Barat. Termasuk membongkar keterlibatan para pihak pemenang tender proyek, serta jaringan elitenya.

Hal tersebut akan ditempuhnya guna membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan mega skandal proyek senilai Rp 2,5 triliun tersebut.

"Pokoknya saya kapan saja diminta keterangan, saya siap," kata Andi kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Jumat (11/1/2013) sore.

Andi sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka Hambalang. Namun pemeriksaannya hari ini, guna melengkapi berkas penyidikan Deddy Kusdinar.

Diuraikannya, pada pemeriksaan, dirinya dicecar penyidik mengenai kedudukan sebagai Menpora serta proses penggaran Hambalang hingga ke lapangan, yakni pemenang tender.

"Baru saja saya selesai menjalani pemeriksaan untuk memberikan keterangan kepada KPK. Terutama keterangan ini berkaitan dengan posisi saya sebagai menteri dan berkaitan dengan organisasi kementerian serta juga proses penganggarannya ke bawah," kata Andi yang mengenakan kemeja batik emas, seusai diperiksa sekitar delapan jam tersebut.

Andi pun mengaku telah menyampaikan sejumlah temuan 'Elang Hitam', tim investigasi yang dibentuk oleh adiknya Rizal Mallarangneng kepada penyidik saat menjalani pemeriksaan tadi.

Sementara, Juru Bicara Keluarga Mallarangeng, Rizal Mallarangeng menyatakan jika Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Deputi Barang dan Jasa BUMN, Adam Mukhayat, Direktur Operasi I PT. Adhi Karya Tbk, Teuku Bagus, Pemegang saham PT Dutasari Citralaras, Mahfud Suroso dan ketua Komisi X DPR RI, Mahyudin, merupakan dalang-dalang pada proyek Hambalang.

Menurutnya, mereka lah yang harus dijerat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka.

Hal itu, sebagaimana data tim 'Elang Hitam' yang dibeberkan Rizal kepada wartawan di kantor KPK, Jumat (11/1/2013).

"Kenapa kok orang-orang ini tidak juga di (Audit) forensik. Ini ada tabel korupsi dan mark up nya. Kenapa mereka-mereka tidak ditelusuri lebih jauh. kenapa malah yang dibekukan account Mallarangeng," kata Rizal yang turut menemani Andi jalani pemeriksaan di KPK.

Rizal mengatakan, data-data yang ia dapat ini, berisi sejumlah kejanggalan dalam proses awal Hambalang. Mulai dari, proses pencairan yang aneh, sampai korupsi berjamaah yang jumlahnya sangat besar.

"Ini bagaimana Hambalang, bagaimana proses dari awal, pencairan yang aneh, sampai korupsi besar-besaran yang sudah ada dalam audit BPK," kata Rizal.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.