Andrea Pirlo Seharusnya Bertahan di Juventus U-23

Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, tengah menjadi sorotan lantaran gagal membawa performa timnya meningkat. Sejauh ini, Pirlo dicap tidak berhasil dalam membesut skuad Si Nyonya Tua.

Bahkan, mantan striker berpengalaman Italia, Marco Borrielli, mengatakan, Pirlo sebenarnya tidak pantas menerima pinangan melatih Juventus pada musim panas 2020 kemarin untuk menggantikan Maurizio Sarri.

Menurutnya, Pirlo seharusnya tetap bertahan di Juventus U-23 untuk mematangkan awal karier kepelatihannya. Sebab, pencapaian yang kurang sempurna di musim perdana bisa menyulitkannya untuk mengembangkan karier.

"Satu-satunya kesalahan yang dia (Pirlo) buat adalah pada musim panas lalu. Memang benar, ketikan Juventus menelepon, sulit untuk mengatakan tidak," kata Borrielli kepada La Gazzetta dello Sport, Rabu 24 Maret 2021.

"Tapi, jika saya menjadi Pirlo, saya mengambil langkah secara perlahan, dan memulainya bersama skuad U-23. Jadi, itu adalah satu-satunya kesalahan yang dia buat sejauh ini," ujarnya.

Penunjukkan Pirlo sebagai pelatih Juventus untuk menggantikan Sarri pada awal musim ini memang mengejutkan sejumlah penggila sepakbola. Pasalnya, Pirlo belum memiliki pengalaman manajerial dalam melatih klub besar.

Kendati mempunyai karier yang mentereng sebagai pemain, bukan jaminan Pirlo akan sukses juga saat menjalani karier kepelatihan. Apalagi, dia memulainya dengan langsung menangani klub besar seperti Juventus.

Sejak ditunjuk menjadi pelatih Juventus pada Agustus 2020, Pirlo telah melakoni 40 pertandingan resmi sebagai juru taktik dengan catatan 26 menang, 8 imbang, dan 6 kalah.

Sedangkan, pada musim debutnya sebagai pelatih, Pirlo gagal membawa Bianconeri melangkah jauh di Liga Champions dan Coppa Italia. Selain itu, di Serie A, Pirlo kemungkinan besar tak mampu melanjutkan tren Scudetto Juventus.