Angela Merkel Akui Distribusi Vaksin di Jerman Lamban dibanding Israel

Mohammad Arief Hidayat, DW Indonesia
·Bacaan 2 menit

Setelah terjadi kelambatan dan kritik bermunculan terhadap program vaksinasi di Jerman, Kanselir Angela Merkel menjanjikan bahwa vaksin Covid-19 akan tersedia pada akhir musim panas tahun ini untuk umum.

Angela Merkel juga menegaskan, vaksin Rusia Sputnik V dapat digunakan di Jerman jika disetujui oleh regulator kesehatan. "Setiap vaksin yang diterima di Uni Eropa," katanya kepada stasiun siaran publik Jerman, ARD, sambil memuji "data-data bagus" terkait uji klinis Sputnik V.

Dia mengatakan sudah berbicara langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini tentang vaksin tersebut.

Vaksin Sputnik V mencapai efikasi lebih dari 91% dalam uji klinis, menurut tulisan yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet hari Selasa (2/2). Sebelumnya, vaksin Rusia ditanggapi dengan skeptisisme di Eropa karena sudah digunakan untuk masyarakat umum sebelum ada publikasi data hasil uji coba fase III.

Angela Merkel membela program vaksinasi

Kanselir Jerman juga membela penanganan pemerintahnya atas peluncuran vaksinasi. Dia mengatakan Jerman selanjutnya akan memvaksinasi 10 juta orang pada akhir Maret, dan berjanji untuk menawarkan vaksin kepada setiap penduduk pada akhir musim panas tahun ini. Dia meminta semua pihak untuk "bertahan sebentar lagi saja."

Jerman dan Uni Eropa telah berjuang untuk meningkatkan kecepatan distribusi vaksin, yang dikritik banyak pihak terlalu lambat, terutama dibandingkan dengan kecepatan vaksinasi di Amerika Serikat, Inggris dan Israel.

"Memang benar bahwa di beberapa area menjadi lebih lambat, tetapi ada alasan bagus untuk memperlambat," kata Angela Merkel. "Kami tidak dapat membuat rencana vaksinasi yang kaku," tambahnya, karena kebijakan harus "dinamis" dan bisa beradaptasi dengan situasi tergantung pada pasokan dan pengiriman.

Pembatasan tetap perlu, meski laju infeksi turun

Meskipun tingkat infeksi Jerman telah turun ke bawah batas 100 infeksi baru per 100.000 penduduk selama 7 hari, Angela Merkel mengatakan bahwa lockdown harus dilanjutkan sebelum semuanya terkendali.

"Itu pencapaian yang bagus. Tapi kita masih belum bisa mengontrol virus melalui dinas-dinas kesehatan setempat," jelasnya.

Kanselir Angela Merkel dan para pemimpin negara bagian Jerman akan melakukan pertemuan lagi tanggal 14 Februari mendatang untuk membahas langkah-langkah selanjutnya. Merkel menekankan, kemungkinan akan dapat dilakukan pelonggaran sebelum semua orang divaksinasi, tetapi dia mendesak masyarakat agar tetap menjaga jarak dan bekerja dari rumah sebanyak mungkin.

hp/gtp (dpa, rtr, afp)