Angela Merkel yang Dingin Tunjukkan Empati pada Orangtua Murid

Ezra Sihite, DW Indonesia
·Bacaan 2 menit

Tak seperti biasanya, Kanselir Jerman Angela Merkel yang sering memasang wajah dinginnya, secara emosional mengaku prihatin kepada masyarakat Jerman yang harus melalui masa berat pandemi. Ia mengatakan hal tersebut ketika mendengar keluh kesah keluarga di Jerman di tengah lockdown virus corona.

"Saya turut sedih ketika melihat kesulitan yang Anda hadapi," tutur Merkel.

"Saya tidak pernah ingin menjadi orang yang harus membuat keputusan seperti itu."

Selama 90 menit, Merkel hadir dalam sebuah pertemuan virtual dengan 14 orang tua murid pada Kamis (04/02).

Merkel berharap untuk mengambil pelajaran tentang perjuangan dan masalah khusus yang dihadapi oleh para orang tua setelah berbulan-bulan kebijakan pembatasan yang semakin ketat.

Banyak keluarga terkena dampak sejak awal krisis. Sekolah dan taman kanak-kanak tutup pada 16 Desember 2020, setelah libur Natal dimajukan.

Sekolah dan TK tetap ditutup yang berarti orang tua sering dihadapkan dengan beban ganda bekerja dari rumah seraya menyekolahkan anak di rumah.

Apa pendapat para orang tua?

Beberapa orang tua mengeluh kesulitan ketika mereka bersama anaknya pergi bersama ke supermarket atau apotek.

"Apa yang bisa saya lakukan, saya orang tua tunggal dan saya tidak bisa meninggalkan putra saya yang berusia dua tahun di rumah tanpa pengawasan," kata seorang ibu dari negara bagian barat laut Rheinland-Pfalz.

Sementara, seorang ibu lainnya yang merupakan seorang pekerja sosial, menahan air matanya saat berbicara tentang kesulitan keluarga migran dengan orang tua buta huruf yang berjuang dengan menyekolahkan anaknya di rumah.

Perubahan kebijakan yang berpusat pada keluarga

Merkel mencatat beberapa saran dari orang tua, termasuk kritik dari orang tua yang memiliki anak berusia 13 tahun yang disebut "hari sakit anak" hanya berlaku untuk keluarga dengan anak sampai usia 12 tahun.

Kebijakan tersebut mengizinkan orang tua untuk mengambil cuti kerja untuk merawat anaknya yang sakit.

Selama pandemi, pemerintah Jerman meningkatkan jumlah hari yang diizinkan bagi orang tua untuk mengambil cuti menjadi total 20 hari. Orang tua dapat menggunakan hari-hari ketika sekolah atau taman kanak-kanak ditutup selama lockdown.

Lebih banyak pertemuan direncanakan

Merkel mengatakan bahwa dirinya juga ingin membahas usulan pemberian voucher untuk bimbingan belajar liburan musim panas dengan anggota parlemen terkait.

Dia berjanji bahwa pembukaan kembali sekolah dan pusat penitipan anak merupakan prioritas penting bagi pemerintah.

Dia mengakui bahwa pemerintah tidak "cukup siap" untuk krisis seperti itu jika menyangkut masalah sekolah.

Merkel berniat untuk tetap turut serta dalam tiga pertemuan virtual lebih lanjut tentang topik hotline krisis, seni dan budaya, serta organisasi bantuan sukarela. Diskusi berikutnya dijadwalkan pada 10 Maret.

rap/vlz (epd, KNA, dpa)