Angelina Jolie Jual Lukisan Langka Menara Masjid Koutoubia dari Masa Perang Dunia II

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Aktris Angelina Jolie dilaporkan menjual satu-satunya lukisan karya Perdana Menteri (PM) Inggris, Winston Churchill, selama Perang Dunia II. Melalui lelang, melansir laman CNN, Rabu (3/2/2021), nilai karya seni ini diperkirakan bakal mencapai 2,5 juta Pound sterling (Rp49 miliar).

Churchill melukis "Menara Masjid Koutoubia" di Marakesh, Maroko, setelah menghadiri Konferensi Casablanca pada Januari 1943. Kala itu, ia dan Presiden Amerika Serikat (AS), Franklin D. Roosevelt, merumuskan tahap selanjutnya dari strategi mereka mengalahkan Nazi Jerman.

Churchill memberikannya pada Roosevelt, dan lukisan itu pun masuk ke dalam koleksi pribadi Jolie. Aktris ini bakal menjualnya dengan perkiraan harga mulai 1,5 juta hingga 2,5 juta Pound sterling (Rp29 miliar--Rp49 miliar).

"Ini adalah satu-satunya karya yang dilukis Churchill selama perang. (Pembuatannya) mungkin didorong kemajuan yang dibuat Sekutu di tempat yang ia anggap sebagai salah satu negara terindah yang pernah didatangi," kata Nick Orchard, kepala seni modern Inggris.

Lukisan itu dibuat setelah kedua pemimpin sepakat hanya menerima "penyerahan tanpa syarat" dari kekuatan Poros, sebuah pernyataan niat strategis yang signifikan dari kedua tokoh masa perang.

Pelelangan lukisan langka ini dilakukan Jolie Family Collection, lembaga yang diakuisisi sang aktris pada 2011. Namun demikian, rumah lelang tak memberi rincian lebih lanjut tentang bagaimana Angelina Jolie bisa memiliki lukisan langka itu.

Makna di Balik Lukisan

Aktris Angelina Jolie berpose saat sesi pemotretan untuk pemutaran perdana film Disney
Aktris Angelina Jolie berpose saat sesi pemotretan untuk pemutaran perdana film Disney

Meski Churchill melukis beberapa adegan di Maroko sebelum perang dimulai, lukisan ini adalah satu-satunya karya yang dibuat antara 1939 dan 1945.

"'Menara Masjid Koutoubia' oleh karena itu bisa dibilang lukisan terbaik Winston Churchill karena pentingnya subjek itu baginya, dan fakta bahwa itu menyoroti pentingnya persahabatan antara kedua pemimpin," kata Orchard.

"Pemberian hadiah pada Roosevelt menggarisbawahi fakta bahwa Churchill sangat menghormati Presiden Amerika dan menunjukkan upaya bersama dalam membimbing kekuatan Sekutu ke hasil Perang Dunia II," sambungnya. Karya seni ini akan mulai dijual pada 1 Maret.

Infografis Jejak Seni Grafiti di Indonesia

Infografis jejak seni grafiti di Indonesia (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis jejak seni grafiti di Indonesia (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: