Angelina Sondakh Menanti Kehadiran Nazaruddin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhammad Nazaruddin belum terlihat batang hidungnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2012). Jaksa penuntut umum menghadirkannya sebagai saksi untuk terdakwa Angelina Sondakh.

"Kayaknya sih Nazaruddin datang. Tapi saya belum mengetahui pasti karena belum mencek. Kita lihat saja nanti," ujar penasihat hukum Nazaruddin, Rufinus Hutahuruk kepada wartawan yang meminta konfirmasi apakah kliennya datang atau tidak.

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan nanti akan menghadirkan sejumlah saksi, salah satunya bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Sejumlah saksi dalam persidangan sebelumnya kerap menyebut pemilik Permai Grup mengetahui banyak soal dua proyek di atas. Misalnya, Nazaruddin dan Angelina pernah bertemu Menpora Andi Malarangeng di ruangannya terkait kasus wisma atlet.

Sedianya, Nazaruddin hadir menjadi saksi pada Jumat pekan lalu. Suami Neneng Sri wahyuni ini tak hadir lantaran sakit. Sampai sidang berlangsung, pengawal tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi masih menunggu surat sakit Nazaruddin dari rutan.

Angelina pada sidang pekan lalu mengakui kehadiran Nazaruddin penting untuk membuat terang duduk perkara yang didakwakan jaksa penuntut umum kepadanya.

"Sangat penting kesaksian Nazaruddin itu untuk mendudukkan perkara ini. Ya untuk membuat terang kasus ini," ujar Angelina kepada wartawan yang memilih duduk di bangku pengunjung sebelum persidangan di mulai.

Selain Nazaruddin, jaksa penuntut umum akan menghadirkan saksi Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua dan wartawan Antara, Jeffry Rawis. Keduanya sudah dijadwalkan untuk bersaksi pekan lalu namun tak hadir.

"Kami ingin juga menyampaikan saksi Max Sopacua dua kali panggilan tidak hadir, kedua Jeffry dan Nazaruddin. Kami meminta majelis mengeluarkan penetapan agar mereka dihadirkan," ujar penuntut umum Kiki Ahmad Yani di persidangan lalu.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.