Anggaran 2021 Capai Rp45 Triliun, Ini Proyek Prioritas Kemenhub

Daurina Lestari, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan bahwa anggaran Kementerian Perhubungan pada 2021 jumlahnya bisa mencapai Rp45,1 triliun.

"Di 2021 (Kemenhub) diberikan anggaran Rp45,1 triliun. Jumlah besar sekali dan hal ini memang lebih banyak untuk modal infrastruktur (dengan porsi) 51 persen," kata Budi dalam telekonferensi, Rabu 23 Desember 2020.

"Sedangkan (porsi) yang lain 49 persen, banyak sekali (dialokasikan untuk) subsidi di laut, udara, kereta api, di mana para dirjen akan memberikan subsidi," ujarnya.

Budi menjelaskan, sejumlah proyek terkait pembangunan infrastruktur di bidang transportasi pada 2021 itu, memiliki skema pendanaan dari beragam format. Kombinasi pendanaan itu misalnya mulai dari modal syariah, SBN, atau KPBU.

"Jadi lengkap, selain rupiah murni kita juga mendapatkan dana lain, pinjaman lain, baik langsung maupun tidak langsung," kata Budi Karya.

Baca juga: Utang Pemerintah per November 2020 Tembus Rp5.910 Triliun

Kemudian, menhub pun membeberkan proyek infrastruktur apa saja di sektor perhubungan, yang akan digenjot pelaksanaannya pada tahun depan. Di antaranya yakni kelanjutan pembangunan proyek LRT Jabodetabek, pembangunan tujuh bandara terluar seperti misalnya di Bintan, Sintang, Halmahera Utara, dan lain sebagainya.

"Kita memastikan pariwisata Bali juga akan semakin baik, dengan membangun tiga pelabuhan di Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceninga," ujarnya.

Selain itu, pengerjaan proyek di Pulau Komodo akan dilakukan melalui skema public private partnership (PPP). Hal serupa juga dilakukan guna memberikan kesempatan kepada para pihak swasta, untuk ikut membangun pelabuhan dan bandara di wilayah Kediri, Jawa Timur.

Selanjutnya, ada juga proyek pembangunan DDT atau double double track, guna memastikan bahwa angkutan kereta api hingga bandara tidak hanya untuk wilayah Jabodetabek, melainkan juga untuk wilayah luar kota lainnya.

"Sehingga (terminal dan stasiun) Manggarai menjadi pusat pergerakan luar dan dalam kota," kata Budi.

"Lalu, pergerakan cepat Jakarta-Bandung juga akan diintensifkan. Kemudian kita juga akan membangun banyak bandara. Pembangunan Terminal Tirtonadi (Solo) juga akan kita selesaikan di 2021, dan Terminal Amplas (Medan) juga akan kita selesaikan," ujarnya.