Anggaran Sektor Infrastruktur di 2023 Capai Rp417,7 T, Termasuk untuk Bangun IKN

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menganggarkan belanja infrastruktur dalam rentang Rp 367,7 triliun hingga Rp 417,7 triliun. Anggaran tersebut sudah mencakup dana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

"Pada 2022 kita sudah mulai untuk bangun IKN dan tentu pada 2023 juga akan makin diakselerasi," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja DPR-RI dengan Pemerintah di Komplek DPR-MPR, Jakarta, Selasa (31/5).

Hanya saja dia tidak merincikan lebih detil besaran anggaran yang dialokasikan untuk proyek pembangunan di Kalimantan Timur tersebut. Sebab proyek pembangunan IKN masuk dalam belanja modal dan belanja infrastruktur.

Dia menjelaskan, anggaran pembangunan IKN pada APBN 2023 akan diarahkan untuk pembangunan sarana penting, mulai dari infrastruktur dasar sampai berbagai fasilitas utama pemerintah.

Untuk itu, anggaran pembangunan IKN akan dicecer ke beberapa kementerian dan lembaga terkait. Antara lain Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, Kemendikbud dan Ristek, Kementerian Kesehatan hingga ke Polri.

"Anggaran untuk Kemenhan dan Polri harus didesain dari awal untuk aspek sarana keamanan dan pertahanan, serta Kemendikbud dan Kemenkes karena sarana pendidikan dan kesehatan paling tidak yang awal sudah harus mulai," terang Sri Mulyani.

Meski begitu bendahara negara ini menegaskan, pembangunan infrastruktur nasional akan tetap jadi fokus utama dalam APBN 2023. Tercermin dari alokasi yang dianggarkan untuk sektor ini lebih tinggi dari 2 tahun sebelumnya.

Diketahui anggaran pembangunan infrastruktur pada tahun 2020 hanya Rp 365,8 triliun. Sedangkan tahun 2021 sebesar Rp 406,1 triliun. Hal ini kata dia sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta agar program infrastruktur bisa selesai di tahun 2023 dan semester I-2024.

"Ini untuk bisa menunjukkan akuntabilitas dari pemerintah dalam akselerasi pembangunan infrastruktur. Baik untuk penyediaan air minum, pengolahan limbah, energi pangan dan konektivitas, serta infrastruktur jalan dan TIK lainnya," ungkap dia.

Apalagi pembangunan infrastruktur negara tetangga nyatanya jauh lebih baik. Padahal selama 9 tahun terakhir dibawah pemerintahan Jokowi, infrastruktur menjadi fokus utamanya. "Indonesia dari sisi kesiapan infrastruktur masih jauh tertinggal dibanding negara tetangga atau emerging country yang lain," pungkasnya. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel