Anggaran Surat Suara Pemilu 2014 Rp 914 Miliar  

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum mengalokasikan anggaran Rp 914 miliar untuk pengadaan surat suara Pemilu 2014. Perusahaan yang memenangi tender wajib menangani produksi dan distribusi hingga kantor KPU kabupaten dan kota.

»Anggaran dialokasikan untuk pengadaan surat suara pemilihan anggota legislatif dan presiden dua putaran,” kata Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim saat ditemui, Kamis, 18 Juli 2013.

Sekretariat menargetkan proses lelang tender surat suara bisa dimulai Agustus mendatang. »Targetnya Agustus sudah pengumuman, kemudian prakualifikasi,” kata Arif.

KPU pusat akan menangani pengadaan surat suara seluruh pemilih legislatif, mulai tingkat pusat hingga kabupaten atau kota. Rencananya, seluruh surat suara pemilihan legislatif mulai dicetak pada Januari mendatang. Jadi, jauh sebelum pencoblosan, surat suara sudah berada di KPU kabupaten atau kota.

Surat suara termasuk materi logistik yang menggunakan anggaran tahun 2014. Selain surat suara, KPU pusat akan menangani pengadaan kebutuhan lain, seperti tinta jari dan segel. Untuk tinta jari, Komisi mengalokasikan anggaran Rp 27 miliar dan segel Rp 9,7 miliar. Total anggaran logistik Pemilu 2014 mencapai Rp 1,2 triliun.

ANANDA BADUDU

Terpopuler:

Bisnis Yusuf Mansur Diklarifikasi Dahlan Besok

Dalih Serda Ucok Serbu Cebongan, Diragukan

Bisnis Investasi Yusuf Mansur Dinilai Ilegal

Proyek 'Abadi' nan Mencurigakan Jalan Pantura

Pembakaran CCTV Cebongan Ide Intel Kopassus

Isi Lengkap Surat Taliban untuk Malala

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.