Anggaran tambah, polisi makin getol berantas korupsi

MERDEKA.COM,

Tahun ini penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polri bersyukur karena dana operasional untuk mereka bertambah hampir dua kali lipat. Tadinya, untuk satu kasus korupsi berkisar hanya 169 juta, kini naik menjadi 208 juta.

"Anggaran negara khususnya tahun 2013 sangat mendukung upaya tindak pidana korupsi. Kalau dulu anggaran Mabes Polri Rp 169 juta perkasus, 2013 menjadi Rp 208 juta perkasus sampai tingkat polres anggarannya sama," kata Dir Tipikor Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nur Ali dalam Focus Group Discussion di Humas Polri, Jakarta, Rabu (16/1).

Anggaran ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah karena penindakan korupsi di Polri terus meningkat. Tentunya juga anggaran ini mewajibkan Polri memenuhi target penindakan kasus korupsi untuk tahun 2013.

"Penyidikan itu Rp 250 miliar, komitmen negara diberikan target 616 kasus, target kita tiap tahun naik. Kita bisa menyelesaikan lebih dari itu. Kita selesaikan 557 kasus itu data menjelang akhir Desember 2012, ada 3 kasus kita menyelesaikan 660 kasus. Tahun lalu 526 kasus," kata Nur Ali.

Bahkan ada rencana dari Kapolda Papua untuk lebih mengintensifkan pemberantasan korupsi otonomi khusus (otsus). Tentunya hal ini didukung dengan dinaikannya anggaran tipikor untuk Papua.

"2013 Akan luar biasa di Papua, ada banyak join dengan pimpinan Polri dengan anggaran sebanyak Rp 2,8 miliar untuk Papua. Komitmen pimpinan, Kapolda Papua sudah melakukan rencana kerja di Polda untuk kasus otsus," tutup Nur Ali.

Selain itu dari data-data yang disampaikan Nur Ali, kasus yang naik sidik selama 2012 juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Di tahun 2011 Polri menangani penyidikan 766 kasus, tahun 2012 naik menjadi 1.176 kasus. Untuk Polda terbanyak menangani kasus korupsi adalah polda Jatim sebanyak 70 kasus, Sumut 63 kasus, papua 60 kasus dari 31 polda di Indonesia.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.