Anggota Banser Jombang Meninggal saat Jadi Imam Salat Tarawih

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kabar duka dirasakan keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Anggota Banser di Kecamatan Mojoagung, kabupaten setempat, Khadisin, meninggal dunia saat menjadi imam salat tarawih, Sabtu malam, 17 April 2021.

Khadisin diketahui adalah anggota Satuan Koordinasi Rayon Banser Mojoagung, Kabupaten Jombang. Pada Sabtu malam tadi, dia menjadi imam salat tarawih di musala Dusun Pandean, Desa Miagan. Setelah tarawih, jemaah melanjutkan ke salat witir. Nah, saat salat witir itulah Khadisin dikabarkan mengembuskan napas terakhir.

Kabar meninggalnya Khadisin saat menjadi imam salat tarawih itu langsung tersebar di sejumlah grup WhatsApp lingkungan Nahdlatul Ulama. Ucapan duka dan doa pun dipanjatkan mereka yang menerima informasi duka itu.

Belum diperoleh informasi apa penyebab Khadisin meninggal dunia. "Turut berbela sungkawa atas wafatnya sahabat Khadisin anggota Satkoryon Banser Mojoagung ketika menjadi imam salat tarawih," isi pesan berantai yang beredar di grup LPBH NU Jawa Timur.

"Iya (benar kabar tersebut). Wafat yang indah, saat berada di musala dan bertindak sebagai imam salat tarawih berikut Witirnya," kata Ketua GP Ansor Jombang Zulfikar Dawam Ikhwanto alias Gus Atok, dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat.

Ia menjelaskan, Khadisin dikenal sebagai anggota Banser yang berdedikasi tinggi. Ia totalitas berkhidmat di organisasi dan teguh dalam menjaga komitmen agama, bangsa dan negara. "Patut menjadi contoh bagi kita, terutama kader Ansor dan Banser," ujar Gus Atok.

Khadisin meninggal dunia dalam usia 61 tahun. Jenazah warga Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, itu langsung dimakamkan pada Sabtu malam. Selain warga setempat, sahabat-sahabatnya dari Ansor dan Banser mengantarkan jenazah almarhum dengan seragam lengkap sebagai penghormatan.