Anggota Dewan Minta Ridwan Kamil Lebih Peka terhadap Korban Banjir

Liputan6.com, Bandung - Anggota DPRD Jawa Barat Irfan Suryanagara menyayangkan ketidakhadiran Gubernur Jabar Ridwan Kamil di saat warganya menghadapi bencana banjir.

Irfan mengungkapkan, urusan banjir memang sudah ada kewenangan masing-masing antara pusat, provinsi, dan kota. Namun, kata dia, kehadiran sosok pemimpin di tengah masyarakat yang menghadapi bencana sangat penting untuk psikologis mereka.

"Memang orang tidak tahu kapan akan terjadinya bencana. Tetapi ketika ada bencana, harapan kita sosok pemimpin di Jawa Barat itu hadir di tempat bencana, dia hadir tatkala rakyat susah," kata Irfan ketika dihubungi, Rabu (26/2/2020).

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Jawa Barat saat ini sedang dilanda bencana banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar mencatat setidaknya ada empat daerah terdampak banjir yaitu Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang.

Adapun Ridwan Kamil saat ini sedang berada di Australia dalam rangka kunjungan kerja. Kunjungan pria yang akrab disapa Emil tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama di berbagai sektor sekaligus mempromosikan Jabar kepada investor potensial.

Kegiatan yang dihadirinya antara lain penandatanganan MoU dengan Australia Indonesia Business Chamber, menghadiri pertemuan dengan leaders Monash University di Melbourne dan menghadiri pameran Jabarano Cafe.

Irfan lebih jauh mengatakan, dirinya tak mempersoalkan agenda gubernur ke luar negeri. Namun, di saat terjadi bencana seperti sekarang ini, minimal ada sosok pemimpin yang mewakili kehadirannya.

"Nah kalau gubernur sedang di Australia buka kedai kopi, kan ada wagub. Minimum ada pimpinannya di sana (lokasi bencana). Ini sama sekali tidak ada," katanya.

Anggota DPRD Jabar dari fraksi Partai Demokrat ini mengaku menjadi salah satu korban banjir. Dirinya tinggal di kawasan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

"Saya juga jadi korban banjir ini sebenarnya. Warga di dekat rumah saya saling bahu-membahu menghadapi banjir yang genangannya 1-1,5 meter. Tidak ada tuh bantuan dari pemerintah," tuturnya.

Soal agenda gubernur Jabar ke Australia, Irfan mengaku sudah tahu. Namun, dia meminta agar ada pendelegasian sosok pemimpin ke wilayah terdampak banjir untuk memberikan perhatian kepada masyarakat.

"Kita tidak melarang, mau sebulan tujuh kali terserah kalau memang itu sesuai aturan. Tapi ketika masyarakat susah minimum sosok pemimpin ada di tengah masyarakat. Paling tidak ada pendelegasian. Apalagi di sana (Bekasi) kan penduduk yang harus disampaikan bahwa mereka bagian dari Jawa Barat," katanya.

 

Batalkan Kunjungan ke Turki

Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Duta Anti Kekerasan Cinta Laura saat meluncurkan Jabarano Cafe di 555 Flinders Lane, Kota Melbourne

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Hermansyah mengatakan, Ridwan Kamil memutuskan mempersingkat perjalanan dinasnya.

Hermansyah menjelaskan, Emil membatalkan lawatan ke Turki untuk pertemuan bisnis dan akan meninjau korban banjir di Jabar.

"Rencana awal gubernur akan melakukan kunjungan kerja ke Turki. Namun, gubernur mempersingkat perjalanan dinas karena atas situasi tidak terduga, beberapa daerah di Jawa Barat terkena banjir," kata Hermansyah.

Usai mendarat, Ridwan Kamil direncanakan bakal meninjau langsung daerah yang terkena banjir sekaligus membawa kebutuhan logistik. Kemudian, rencananya Emil bakal berkoordinasi dengan semua pihak agar penanganan banjir cepat dan tepat. 

Terpisah, Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Provinsi Jabar Dani Ramdan mengatakan, perjalanan dinas bertujuan meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, mempromosikan Jabar kepada investor potensial sekaligus memperluas pasar kopi Jabar.

"Tentu kunjungan-kunjungan kerja tersebut dipastikan membawa kebermanfaatan bagi pembangunan dan masyarakat. Salah satunya menjajaki berbagai peluang kerja sama bilateral," kata Dani.

Menurutnya, kunjungan Emil ke Australia akan berdampak positif bagi warga Jabar. Salah satunya MoU untuk membuka kerja sama antara pengusaha kopi asal Jabar dengan importir dari Victoria.

"Selain itu ada juga diskusi dengan Melbourne University untuk membicarakan pembangunan inklusif dan revitalisasi Citarum," ucap Dani.

Simak video pilihan di bawah ini: