Anggota Dewan Syuro PKB Tidak Setuju Partainya Usung Rhoma Irama

TRIBUNNEWS.COM, MAJALENGKA - Anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Maman Imanulhaq mengatakan, pemilihan Rhoma Irama sebagai calon presiden, merupakan sebuah eksperimen politik.

Ditemui Tribunnews.com di Pesantren Al Mizan, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (23/12/2012), kiyai yang akrab dipanggil Kang Maman menuturkan, Indonesia mengalami krisis kepemimpinan, sehingga belakangan yang muncul ke kancah politik adalah artis.

"Partai gagal dalam proses pengkaderan, sehingga dimunculkan Rhoma untuk penyadaran, masa tidak ada orang lagi," ujarnya.

Secara pribadi, Kang Maman mengaku tidak sependapat dengan pilihan partainya. Menurutnya, Indonesia butuh pemimpin muda dan cerdas. Kedua kriteria itu tidak dimiliki oleh sang pelantun tembang 'Begadang'.

"Indonesia butuh orang yang membuat Pancasila sebagai ideologi global. Rhoma sangat sektarian, bukan menganut Islam yang merangkul," tuturnya.

Kang Maman memaparkan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar merupakan penggemar berat Sang Raja Dangdut, bahkan hapal banyak tembang Rhoma. Itu pulalah yang ia duga mempengaruhi pemikiran Cak Imin, sapaan  Muhaimin, untuk memilih Rhoma.

Kondisi PKB yang krisis figur nasional seperti saat ini, menurut Kang Maman salah satunya disebabkan minimnya nilai ideologis yang dipegang partai. Nilai-nilai Nahdathul Ulama (NU) yang diadopsi PKB, kata Kang Maman, tidak diadopsi agar lebih sistematis.

"Saya pesimistis, kalau PKB terus seperti ini, menyusut terus sama demokat," ucapnya. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.