Anggota DPR: Ada oknum melawan kebijakan presiden soal minyak goreng

Anggota DPR RI Andre Rosiade menduga ada oknum yang sengaja melawan kebijakan presiden terkait ekspor crude palm oil (CPO) dan minyak goreng.

“Bahwa sudah terjadi perlawanan terhadap keputusan pemerintah, itu baru rencana (larangan ekspor) perlawanan sudah dimulai, gendang perang sudah dimulai di saat ekspor masih berjalan secara normal," kata Andre saat Dialektika Demokrasi dengan tema "Bagaimana Sikap DPR Menghadapi Mafia Migor" di Media Centre DPR RI Senayan, Jakarta, Jumat.

Dia menganggap kebijakan larangan ekspor menunjukkan Presiden Jokowi sudah gerah dengan upaya yang sudah dilakukan.

Baca juga: Kuasa Hukum MAKI akan laporkan kasus minyak goreng pada PPNS Kemendag

Baca juga: Presiden: Ekspor minyak goreng dan bahan baku dilarang mulai 28 April

Andre mencontohkan saat Jokowi mengumumkan larangan ekspor langsung membuat harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit anjlok. Padahal, ekspor CPO masih sempat berjalan.

Anggota Komisi VI itu mengingat lagi saat ada kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) di 1 Februari 2022 langsung membuat minyak goreng saat itu langka.

Namun, saat ada Menteri Perdagangan sidak maka tiba-tiba minyak goreng melimpah. Ketika Menteri Perdagangan selesai sidak tiba-tiba minyak goreng langka lagi. Artinya, ada oknum yang sengaja melawan pemerintah.

"Jadi apa intinya, yang ingin saya gambarkan bahwa dugaan perlawanan oligarki pemerintah itu terlihat jelas, oligarki-oligarki itu melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah itu jelas," ujar Andre.

Andre menyayangkan belum ditetapkan tersangka, padahal sudah banyak indikasi oknum atau mafia yang membuat harga minyak goreng mahal saat itu. Saat ini, Andre merasa perlahan tetapi pasti masalah harga minyak goreng terlihat sudah bisa diatasi setelah Presiden Jokowi mencabut larangan ekspor.

"Nah, di saat Presiden mencabut mengumumkan pidato kemarin untuk mencabut larangan ekspor dan efektif di hari Senin depan tanggal 23 (Mei), itu memang rata-rata harga minyak goreng curah nasional itu sudah di Rp17.200, Rp 17.300," ungkap Andre.

Baca juga: Kapolri perintahkan jajaran jaga stabilitas minyak goreng

Baca juga: Penggiat sawit apresiasi Jokowi cabut larangan ekspor minyak goreng

Dia mengakui sudah ada penurunan karena jumlah minyak goreng curah yang disalurkan ke masyarakat juga sudah lumayan banyak, sudah 200 juta liter.

Andre juga menyambut baik saat Kejagung menetapkan Lin Che Wei yang menjadi tersangka baru di kasus ekspor CPO. Ia meminta Kejagung terus menelusuri kasus tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel