Anggota DPR : Copot Kapolres Jakarta Selatan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kalangan DPR RI bereaksi keras dengan aksi pemukulan terhadap wartawan yang dilakukan oknum siswa SMAN 6 Bulungan Jakarta Selatan, kemarin.

Aksi siswa yang memancing pihak lain untuk tawuran ini bukan kali ini saja terjadi. Ternyata budaya tawuran pelajar SMA di sekitar wilayah itu kerap terjadi dan merupakan pemandangan lumrah ketika siswa SMA pulang sekolah.

Sore sekitar pukul 17.00 WIB 18 Agustus 2011 lalu ketika Tribunnews.com berada di Blok M Square, tawuran antarpelajar juga terjadi. Beberapa lapak pedagang di sekitar tempat itu hancur dilempari batu oleh para siswa. Masyarakat yang hendak berbelanja lari tunggang langgang takut dengan aksi saling lembar batu dan botol para siswa.

Menurut seorang pedagang di sekitar Blok M, aksi tawuran siswa ini hal lumrah. Untuk itu pedagang mengantisipasi tawuran itu dengan membuat blokade. Jika ada tawuran para pedagang bekerjasama dengan pemuda setempat yang bekerja sebagai juru parkir dan satpam langsung menghentikan jalannya aksi tawuran.

Seringnya terjadi tawuran itu membuat Anggota DPR dari Komisi III (Komisi Hukum) Bambang Soesatyo mempertanyakan kinerja polisi mencegah aksi tawuran.

Menurut dia harus ada pimpinan Kepolisian yang bertanggungjawab membiarkan aksi tawuran pelajar sering terjadi.

Dia mencontohkan kalau Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Imam Sugianto tidak becus mengurusi aksi tawuran pelajar di wilayahnya maka sebaiknya dia dipecat saja dari jabatannya.
"Yah harusnya begitu (copot Kapolres)," kata Bambang Soesatyo, Senin (19/9/2011), malam.

Dia mempertanyakan kinerja polisi yang tidak becus mengurusi aksi tawuran pelajar.

Seperti diketahui, sejumlah wartawan terluka akibat dikeroyok oleh siswa SMMA 6 Jakarta kemarin siang. Padahal wartawan melakukan aksi damai di SMA 6 memprotes penyerangan siswa yang dilakukan terhadap Kameramen Trans7 sebelumnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.