Anggota DPR Dedi Mulyadi Ditampar Orang Gangguan Jiwa

Ezra Sihite, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pria asal Kabupaten Karawang, Iwan menampar Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Dedi Mulyadi yang hendak memberikan bantuan akses pendidikan kepada anaknya. Bahkan tamparan itu dilayangkan Iwan hingga dua kali kepada Dedi Mulyadi.

Iwan kemudian dibawa ke Pesantren Cireok di Purwakarta untuk diobati kejiwaannya. Dedi Mulyadi membenarkan pihaknya membawa Iwan ke pesantren untuk diobati.

Dedi mengatakan, Iwan selayaknya menjalani pengobatan agar ia agar bisa menjalani kehidupan normal bersama keluarganya. Apalagi Iwan masih memiliki dua anak yang masih kecil. Sementara istrinya sudah meninggal dunia sejak dua anaknya masih balita.

"Awalnya kami hanya ingin melihat kondisi terkininya. Akan tetapi setelah melalui berbagai pertimbangan, kami putuskan membawanya ke Pesantren Cireok," ujar Dedi dalam keterangan persnya, Senin 1 Maret 2021.

Dedi menilai, Iwan akan mendapat pembinaan di Pesantren Cireok.

Saat dibawa, Iwan sempat hendak melawan. Namun akhirnya bisa dibawa dengan pengawalan ustaz.

"Semoga mang Iwan lekas sembuh," katanya.

Sementara dua anaknya Rh (13) dan YF (11), sudah lebih awal dibawa Dedi untuk dididik dan disekolahkan di Pesantren Cireok. Keduanya bisa berkumpul bersama teman-teman sebaya mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak.

Diberitakan sebelumnya, Dedi ditampar dua kali oleh Iwan ketika Wakil Ketua Komisi IV DPR itu meminta izin membawa dua anak Iwan disekolahkan di pesantren.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu 21 Februari 2021. Saat itu Dedi yang ditemani salah satu anak Iwan, YF, menemui pria yang disebut alami gangguan jiwa di rumahnya di Desa Pucung, Cikampek, Karawang.

Ketika Dedi meminta izin membawa Rh dan YF, ia malah ditampar Iwan. Bahkan, Dedi ditampar dua kali oleh Iwan.

Mendapat tamparan itu Dedi bukannya marah. Ia malah tersenyum dan mengatakan bahwa ia memaklumi kondisi Iwan yang sedang sakit. "Saya enggak apa-apa kok. Saya memaklumi kondisi Mang Iwan," kata Dedi.