Anggota DPR: Digitalisasi di RI tingkatkan sektor perekonomian

Anggota DPR RI Dave Laksono menyatakan pengembangan digitalisasi di Indonesia telah mampu meningkatkan sektor perekonomian.

“Pengembangan ekonomi digital di Indonesia ternyata mampu menggerakkan perekonomian masyarakat," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Hal itu disampaikan Dave terkait penyelenggaraan "Unleash Digital Huawei Connect 2022", Bangkok yang menghadirkan Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto sebagai pembicara.

Dave menjelaskan untuk menciptakan pemulihan ekonomi global yang lebih inklusif, diperlukan perluasan digitalisasi UKM, perluasan inklusi keuangan, mempercepat literasi dan keterampilan digital, serta mereformasi tata kelola data global.

"Aktifitas pendataan, produk, dan layanan digital saat ini dapat dilakukan ke seluruh dunia dalam sekejap," ungkapnya.

Dia berharap kerja sama regional dan global sangat penting untuk dapat memastikan terobosan teknologi akan mendapatkan keuntungan.

Baca juga: Riset: UMKM Indonesia nilai adopsi dompet digital penting

Baca juga: Praktisi: Digitalisasi pendidikan dasar dan menengah jadi kebutuhan

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menilai digitalisasi telah memicu perubahan global, sehingga ekonomi dunia diatur menjadi lebih terhubung, lebih cerdas dan lebih efisien.

"Dalam mempercepat transformasi, digitalisasi adalah kunci untuk membuka potensi kita dalam daya saing global dan pembangunan jangka panjang, memberdayakan masyarakat dan bisnis untuk meraih peluang pasar baru, terutama untuk pemulihan pascapandemi," kata Airlangga dalam pidatonya di hadapan semua peserta Unleash Digital Huawei Connect 2022, Bangkok yang berasal dari kawasan Asia-Pasifik, Senin (19/9).

Dalam dua tahun, lanjutnya lebih dari 600 juta pengguna e-commerce memasuki pasar daring. Pada tahun 2021, penjualan e-commerce ritel berjumlah sekitar 4,9 triliun dolar AS di seluruh dunia, dan diperkirakan akan tumbuh sebesar 50 persen, dan mencapai sekitar 7,4 triliun dolar AS pada tahun 2025.

Kata dia, Pemerintah Indonesia juga telah menyusun Roadmap atau peta jalan Digital Indonesia 2021-2024 sebagai panduan strategis untuk mendorong proses transformasi digital bangsa. Isinya yakni 100 inisiatif utama untuk mempercepat realisasi infrastruktur digital, pemerintah, ekonomi, dan masyarakat, di 10 sektor prioritas.

"Saat ini, kami sedang mengembangkan Kerangka Ekonomi Digital Nasional untuk mendorong kolaborasi dan membangun sinergi di antara semua pemangku kepentingan terkait, memastikan fondasi ekonomi digital Indonesia diprioritaskan, memaksimalkan upaya lompatan, dan memastikan inklusivitas dan keberlanjutan," jelasnya.

Pemerintah Indonesia juga akan terus fokus pada pengembangan fasilitas infrastruktur, baik fisik maupun digital, mulai dari peningkatan jaringan serat optik, menara BTS, pusat data dan satelit hingga pengembangan jaringan 5G.

Dia menuturkan, prioritas utama lainnya adalah pengembangan sumber daya manusia. Indonesia saat ini membutuhkan setidaknya 600 ribu talenta digital setiap tahun.