Anggota DPR dorong digitalisasi BUMN libatkan UMKM

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak mendorong pelaku UMKM dilibatkan dalam kebijakan digitalisasi BUMN terutama yang bergerak di bidang teknologi informasi, agar restrukturisasi BUMN berimbas positif pada berbagai kalangan khususnya usaha mikro, kecil dan menengah.

"Tidak ada alasan untuk tidak melibatkan UMKM dalam proses digitalisasi di BUMN," kata Amin Ak dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Amin mengingatkan sejumlah BUMN mendigitalkan jasanya atau sistem layanannya. Pertamina misalnya mengalokasikan dana sekitar 75 juta dolar AS per tahun untuk proyek teknologi informasi dan digitalisasi.

Selain itu, ujar dia, PT PLN (Persero) meluncurkan 13 terobosan program transformasi berbasis digital mulai dari pembangkit listrik hingga sistem penagihan ke pelanggan.

Sedangkan Perum Pegadaian, lanjutnya, juga mengalokasikan hingga Rp500 juta per tahun untuk mendigitalkan layanannya. Melalui aplikasi Pegadaian Digital, Perum Pegadaian menawarkan fitur gadai online bagi konsumen milenial.

Ia memaparkan sejumlah bank BUMN pun mengembangkan berbagai fitur transaksi digital untuk mengedepankan branchless banking di masa mendatang.

"Oleh karena itu saya harapkan proses transformasi dan restrukturisasi BUMN bisa menggandeng pelaku UKM untuk menumbuhkan perekonomian nasional lebih baik," tegas Amin Ak.

Menurut Amin, ada sejumlah skema yang dapat digunakan untuk melibatkan UKM dalam percepatan digitalisasi BUMN. Pertama, menjadikan BUMN teknologi informasi seperti Telkom sebagai perusahaan hub yang nantinya berkoordinasi dengan para pelaku UMKM dalam menggarap digitalisasi BUMN.

Kedua, lanjutnya, berkolaborasi dengan UMKM yang terbukti andal atau menguasai teknologi informasi untuk membuat layanan baru, serta skema ketiga bisa saja melalui investasi kepada UMKM digital melalui anak perusahaan BUMN di industri modal ventura atau mendukung ekspansi UMKM.

Dengan strategi tersebut, ujar dia, maka BUMN akan menjadi semacam talent pool untuk mengatasi kesenjangan teknis dan nonteknis di sektor teknologi informasi, sekaligus membesarkan pelaku UMKM dan menjadi basis ekonomi yang jauh lebih kuat mengantisipasi krisis.

Baca juga: Erick Thohir: Digitalisasi kunci untuk hadapi musuh pandemi
Baca juga: Pupuk Indonesia optimalkan digitalisasi di tengah pandemi
Baca juga: PLN Jatim dorong digitalisasi UMKM melalui Rumah Kreatif BUMN