Anggota DPR dukung pemerintah beri bansos pengalihan subsidi BBM

Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah mendukung langkah pemerintah yang memberikan bantuan sosial (bansos) sebagai pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat.

"Saya dari Komisi XI DPR RI mendukung kebijakan (pemerintah) yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Memang harus ada perlindungan sosial terkait rencana kenaikan BBM ini," kata Charles dalam salah satu video singkat yang diunggah dalam kanal YouTube DPR RI, sebagaimana dipantau di Jakarta, Kamis.

Dia menilai bantuan tersebut memang diperlukan masyarakat miskin dan rentan di Tanah Air di tengah beragam kenaikan harga barang saat ini.

Baca juga: Anggota DPR dukung pengalihan subsidi BBM agar tepat sasaran

Adapun bantuan pengalihan subsidi BBM yang telah ditetapkan oleh pemerintah adalah sebesar Rp24,17 triliun, katanya.

Sebelumnya, Sri Mulyani menyampaikan dari total bantuan sosial sebesar Rp24,17 triliun itu, masyarakat akan diberikan tiga jenis bantuan berupa bantuan sosial. Pertama, bantuan langsung tunai (BLT) untuk 20,65 juta keluarga sebesar Rp150 ribu sebanyak empat kali dengan total anggaran Rp12,4 triliun. BLT tersebut akan dibayar Rp300 ribu oleh Kementerian Sosial sebanyak dua kali melalui berbagai saluran Kantor Pos Indonesia.

Kedua, bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp600 ribu kepada 16 juta pekerja dengan gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan yang dibayarkan satu kali dengan anggaran Rp9,6 triliun.

Baca juga: Kemenperin: IKM bakal lakukan penyesuaian saat harga BBM naik

Selanjutnya ketiga, bantuan dari pemerintah daerah (pemda) dengan menggunakan dua persen dari dana transfer umum, yaitu dana alokasi umum dan dana bagi hasil sebanyak Rp2,17 triliun untuk membantu sektor transportasi seperti angkutan umum, ojek, nelayan, dan bantuan tambahan perlindungan sosial.

Menurut Charles, selain BLT, bantuan subsidi upah dan bantuan pemda memang penting untuk diberikan kepada masyarakat karena kenaikan harga BBM akan berhubungan langsung dengan masalah transportasi, masalah pangan, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Baca juga: Luhut yakin ekonomi triwulan III lebih tinggi meski harga BBM naik

Namun, menurut dia, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu bekerja sama dalam memastikan data-data penerima dua bantuan tersebut sudah diperbarui sehingga dapat sampai kepada mereka yang memang pantas menerimanya.

"Data-data ini di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke harus benar-benar data yang ter-update dan akuntabel, jelas siapa yang membutuhkan dia yang mendapatkan," ujar dia