Anggota DPR Dukung Pensiun Dini Guru PNS

Bogor (ANTARA) - Anggota Komisi X yang antara lain membidangi pendidikan, olahraga dan kebudayaan Dewan Perwakilan Rakyat Rohmani mendukung kebijakan pensiun dini bagi guru pegawai negeri sipil.

"Kebijakan pensiun dini guru pegawai negeri sipil (PNS) ini dipandang penting dalam konteks perbaikan kualitas dan mutu tenaga pengajar. Sejatinya tenaga pengajar harus sesuai dengan latar belakang pendidikan yaitu pendidikan keguruan.

Beberapa waktu lalu banyak guru direkrut dari latar belakang non-pendidikan keguruan," katanya dalam penjelasan melalui surat elektronik kepada ANTARA di Bogor, Kamis malam.

Ia mengemukakan bahwa kebijakan pensiun dini untuk guru PNS ini menjadi momentum untuk mengukur atau mengevaluasi sebaran guru.

Selain itu, katanya, juga untuk mengkaji rasio kebutuhan guru untuk setiap mata pelajaran, kebutuhan guru di setiap sekolah serta kebutuhan guru untuk sebuah daerah.

Menurut dia, selama ini tidak ada data yang akurat dari pemerintah terkait rasio kebutuhan guru, sehingga sebaran guru tidak merata di setiap daerah, dan yang terjadi guru menumpuk di suatu daerah sementara di daerah lain sangat terbatas.

"Saya fikir kebijakan ini patut kita kaji untuk mengetahui kebutuhan guru persatuan mata pelajaran di setiap sekolah dan kebutuhan guru di suatu daerah," katanya.

Dijelaskannya bahwa untuk daerah-daerah yang kelebihan guru maka kebijakan pensiun dini bisa dipertimbangkan. "Coba kita bayangkan, di suatu daerah guru mata pelajaran tertentu sangat banyak. Melebihi kebutuhan. Sementara guru mata pelajaran tertentu sangat minim, sehingga hal ini bisa dilakukan rekrutmen atau penyebaran ulang," katanya.

Menurut Rohmani kebijakan pensiun dini untuk guru ini bukan semata-mata dilatarbelakangi oleh faktor efisiensi anggaran, namun dalam konteks menata kualitas guru.

Di samping itu, kata dia, juga untuk mempercepat penyebaran guru terutama untuk daerah-daerah terpencil. Bagi daerah yang gurunya melebihi kebutuhan maka tawaran pensiun dini atau mutasi ke daerah yang membutuhkan adalah alternatif solusi dalam penyebaran guru.

"Sebenarnya motif utama pensiun dini bukan pada persoalan efisiensi anggaran. Kami melihat faktor mutu dan sebaran guru yang menjadi pertimbangan utama. Perlu ada penyegaran, guru-guru muda yang memiliki kemampuan dalam menyesuaikan perkembangan dunia pendidikan dewasa ini," katanya.

Ia menegaskan bahwa bila pensiun dini guru ini memiliki korelasi dengan agenda pendidikan profesi guru.

Untuk itu, kata dia, ke depan pendidikan profesi guru akan diperuntukkan bagi guru-guru muda untuk meningkatkan kualitas dan karakter atau bagi CPNS guru akan diwajibkan mengikuti program pendidikan guru.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.