Anggota DPR dukung program vaksinasi booster kelompok rentan

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mendukung keputusan pemerintah dalam memberikan vaksinasi booster dosis kedua bagi masyarakat kelompok rentan.

"Kami mendukung karena lansia termasuk juga bagi sejawat yang bekerja di rumah sakit lebih rentan dan berisiko tinggi. Saya rasa sudah tepat dan wajar pemerintah mengambil kebijakan itu, dalam rangka melindungi dan mengurangi potensi peningkatan hospitality rate," kata Rahmad di Jakarta Jumat.

Pemerintah mulai menyuntikkan vaksin booster dosis kedua. Kebijakan itu dinilai sudah tepat, terutama untuk melindungi kelompok berisiko tinggi seperti, penderita komorbid, lansia, dan tenaga kesehatan.

Rahmad Handoyo mengatakan data statistik menunjukkan masih banyak yang meninggal karena COVID-19. Angka lansia yang harus dirawat di rumah sakit karena COVID-19 juga masih tinggi.

Tenaga kesehatan juga berisiko tinggi karena setiap saat kontak langsung dengan pasien di rumah sakit.

Oleh karena itu, Rahmad menilai keputusan pemerintah memberikan vaksin booster dosis kedua sudah tepat, terutama untuk kelompok rentan. Harapannya, korban meninggal dan yang dirawat bisa terus berkurang, penularan virus bisa semakin dicegah.

Sementara penyelenggaraan vaksin booster dosis kedua berdasarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia. Booster dosis kedua menggunakan IndoVac, vaksin COVID-19 produksi dalam negeri.

Presiden Joko Widodo sudah mendapatkan vaksin booster dosis kedua pada Kamis, 24 November 2022. Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan vaksinasi COVID-19 secara lengkap.

Saat ini Indonesia telah menyuntikkan 205 juta dosis vaksin pertama, 172 juta dosis vaksin kedua, 66 juta dosis vaksin penguat pertama, dan 730 ribu dosis vaksin penguat kedua.