Anggota DPR harap perombakan kabinet tingkatkan kinerja menteri

Anggota DPR Taufik Basari berharap perombakan kabinet di Istana Negara, Jakarta, Rabu, dapat meningkatkan kinerja para menteri dalam membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Presiden punya pertimbangan tertentu ketika melakukan reshuffle dan itu hak prerogatif Presiden," kata Taufik di Jakarta, Rabu.

Anggota Komisi III DPR itu menekankan siapa pun yang dipilih untuk membantu Presiden, pasti memiliki rekam jejak yang baik.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPR Masinton Pasaribu, yang menilai perombakan kabinet bertujuan agar para menteri Kabinet Indonesia Maju lebih fokus bekerja melayani rakyat.

Masinton mengatakan perombakan kabinet merupakan kewenangan mutlak Presiden serta evaluasi atas kinerja dan koordinasi dengan relasi politik yang ada.

Baca juga: Fadli Zon sebut pergantian menteri adalah wajar

Presiden Joko Widodo, Rabu, melantik Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan dan Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Istana Negara, Jakarta.

Pelantikan Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto itu berdasarkan atas Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 64P Tahun 2022 tentang Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024 yang ditetapkan pada 15 Juni 2022.

Zulkifli Hasan merupakan Ketua MPR periode 2014-2019, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN).

Dia ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Muhammad Lutfi, sementara Panglima TNI periode 2017-2021 Hadi Tjahjanto ditunjuk sebagai Menteri ATR/Kepala BPN menggantikan Sofyan Djalil.

Baca juga: Presiden lantik Mendag Zulkifli Hasan dan Menteri ATR Hadi Tjahjanto
Baca juga: Presiden: Pengalaman Zulhas dibutuhkan untuk tuntaskan masalah banpok

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel