Anggota DPR: Jokowi dan Airlangga buktikan ekonomi Indonesia tumbuh

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI M Sarmuji menyatakan Presiden Joko Widodo dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membuktikan perekonomian Indonesia tumbuh positif.

“Indonesia dapat tumbuh stabil di atas rata-rata internasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4 persen merupakan prestasi luar biasa di tengah ancaman krisis global,” kata Sarmuji dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Ia yg juga Ketua DPD Golkar Jatiim itu menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 tumbuh sebesar 5,44 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 lalu.

Baca juga: DPR: Pertumbuhan ekonomi triwulan II modal RI hadapi tekanan eksternal

Menurut dia, pertumbuhan itu sangat menggembirakan di tengah kondisi dunia sedang menghadapi tantangan yang sulit. Pandemi akibat corona menyisakan luka yang dalam ditambah dengan perang Rusia-Ukraina dan cuaca panas di kawasan Eropa dan sekitarnya telah menciptakan ketidakpastian global.

"Yang lebih menggembirakan adalah pertumbuhan ekonomi ini terjadi pada hampir semua lapangan usaha," ujarnya.

Kata dia, data menunjukkan bahwa pembangunan bidang infrastruktur yang digenjot pemerintah sudah mulai menunjukkan sokongan yang luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut juga mengerek pertumbuhan pada lapangan usaha yang lain.

Keberhasilan Indonesia menumbuhkan perekonomian, menurut Sarmuji tidak terlepas dari padunya Jokowi-Airlangga Hartarto dalam mengelola perekonomian.

“Langkah perpaduan keduanya menyebabkan ekonomi kita menjadi stabil,” ujarnya.

Sarmuji juga menilai bahwa Airlangga Hartarto tidak sekalipun kehilangan fokus sebagai Menko Perekonomian kendati aroma pemilihan presiden semakin menguat dalam beberapa waktu terakhir.

“Posisinya sebagai Ketua Umum Partai sekaligus sebagai calon presiden tidak menyebabkan tugasnya sebagai Menko terbengkalai,” Kata Sarmuji menegaskan.

Baca juga: KSP: Inflasi terkendali pacu pertumbuhan ekonomi 5,44 persen
Baca juga: Indef: Momentum Lebaran penyelamat ekonomi di triwulan II 2022