Anggota DPR: Kandidat pemilu berjiwa negarawan cegah politik identitas

Anggota DPR RI Anwar Hafid berpendapat para kandidat atau peserta dalam Pemilu 2024 harus benar-benar memiliki jiwa negarawan untuk mencegah terjadinya politik identitas.

"Menurut saya, yang pertama, para kandidat ini harus benar-benar memiliki jiwa negarawan yang kuat. Jangan hanya menandatangani kertas menyatakan siap menang siap kalah dalam pemilu, tapi tidak sampai ke hati sehingga menggunakan segala cara untuk menang," ujar Anwar, saat menjadi narasumber dalam diskusi Radio Idola Semarang bertajuk "Politik Identitas Memfragmentasi Persatuan, Bagaimana Cara Mencegahnya?", sebagaimana dipantau di Jakarta, Senin.

Ia pun menilai kandidat atau peserta Pemilu 2024 merupakan sosok yang paling berperan besar dalam menentukan pesta demokrasi tersebut dapat berjalan dengan baik, tanpa memanfaatkan identitas untuk kepentingan politik praktis.

Anwar mengatakan apabila kandidat senantiasa mengajak agar politik identitas tidak digunakan sebagai cara untuk meraih kemenangan dalam kontestasi Pemilu 2024, tentu saja tim sukses akan mematuhi imbauan tersebut.

Baca juga: Peneliti: politik identitas ancaman berbahaya bagi ide berbangsa

Baca juga: R20 dorong pencegahan politik identitas

"Dalam kontestasi, yang paling menentukan adalah kandidat. Kalau kandidat teriak kalian jangan membawa-bawa politik identitas, tidak boleh kita memilih karena suku, agama, dan sebagainya, kalau kandidat nya seperti itu, pasti tim sukses tidak macam-macam. Persoalan akan muncul kalau kandidat ikut mengamini menjadi strategi tim suksesnya (memanfaatkan politik identitas)," jelas Anwar.

Selain itu, Anwar menambahkan bahwa kemunculan politik identitas dapat dicegah apabila setiap warga negara, terutama peserta Pemilu 2024, pemilih, dan para tokoh bangsa menyadari bahwa tujuan utama kontestasi dalam pemilu adalah untuk memajukan Indonesia, bukan untuk memenangkan peserta tertentu.

Baca juga: Mahfud: Jangan lakukan politik identitas, tapi identitas politik boleh

"Ini juga yang harus kita pahami seluruhnya, termasuk para kandidat, pemilih, masyarakat, tokoh bangsa, jangan mengedepankan menang-kalah. Akan tetapi, kontestasi ini untuk kemajuan negara, bukan untuk memenangkan si A dan si B," ucapnya.

Dengan demikian, lanjut Anwar, yang sepatutnya dipertarungkan bukanlah identitas, baik suku maupun agama, dan lain sebagainya, melainkan gagasan dan ide yang dimiliki para peserta Pemilu 2024 untuk memajukan Indonesia.

'Kalau kita bermaksud memenangkan Indonesia, kita harus bertarung dengan ide dan gagasan, bukan bertarung soal identitas," ujar dia.