Anggota DPR: KKB Penembak Guru di Papua Harus Diusut Tuntas

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Anggota Komisi X DPR RI, Ali Zamroni, mengecam tindakan sadis dan tidak beradab yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Kelompok itu membakar fasilitas sekolah, dan juga menembak dua guru yang bertugas di sana hingga meninggal dunia.

"Menurut saya itu tindakan biadab melakukan pembakaran sekolah dan penembakan terhadap guru hingga tewas," kata Ali dalam keterangannya, Minggu 11 April 2021.

Ali menilai, banyak tindakan yang sudah mengarah pidana oleh kelompok KKB. Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian. Terlebih, pemerintah sendiri tengah menyiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Setelah hampir satu tahun belakangan dilakukan sekolah hanya dilakukan secara daring lantaran pandemi COVID-19.

Baca juga: Jenazah 2 Guru Korban Penembakan KKB Dievakuasi ke Timika

Politisi Partai Gerindra itu melihat, pembakaran sekolah merupakan bentuk gangguan nyata di dunia pendidikan.

"Ini membuat trauma yang sangat mendalam bagi dunia pendidikan," ujarnya. Apalagi saat ini

Ali meminta aparat hukum dan pihak berwenang mengusut tuntas kasus ini. Apalagi sampai menghabisi nyawa tenaga pendidiknya. Perlu diusut tuntas hingga ke akar-akarnya.

"Seperti yang kita tahu, media internasional kerap menyoroti Papua. Saya minta ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Saya khawatir ini menjadi preseden buruk. Apalagi ini menimpa guru yang harus dilindungi dan dipastikan rasa aman untuk mereka," tutur Ali.

Sebelumnya, dua orang guru menjadi korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Yakni Oktovianus Rayo (42), guru yang bertugas di SD Jambul dan Yonathan Randen, guru yang bertugas di SMP Negeri 1 Beoga.

Almarhum Oktovianus Rayo, tewas tertembak oleh KKB yang mendatangi kios-nya di Kampung Julukoma, Distrik Beoga pada Kamis pagi, 8 April 2021.

Sementara almarhum Yonathan Randen ditembak oleh KKB saat bersama Junaedi Arung Salele hendak mengambil terpal di rumah kepala sekolah SMP Negeri 1 Beoga untuk membungkus jenazah almarhum Oktovianus Rayo yang disemayamkan di Puskesmas Beoga.

Selain menembaki kedua guru itu, KKB juga dilaporkan membakar fasilitas gedung sekolah dan perumahan guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.