Anggota DPR kritisi pelarangan budi daya kratom

·Bacaan 2 menit

Anggota Komisi IX DPR RI Alifudin menyatakan pembudidayaan kratom sangat berdampak terhadap perekonomian petani di sentra pertanian seperti yang terdapat di daerah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

"Pelarangan kratom berdampak terhadap perekonomian petani. Terlebih lagi di daerah seperti Kapuas Hulu yang merupakan sentra pertanian kratom," kata Alifudin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Menurut politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu, hal ini berpotensi menyebabkan pengangguran dalam pandemi COVID-19.

Seperti diketahui, BNN memasukan kratom sebagai narkotika jenis 1. Sementara dalam Permenkes nomor 4 Tahun 2021, tanaman kratom tidak masuk dalam golongan narkotika.

Baca juga: Menkes Budi serahkan polemik tumbuhan kratom kepada ahli

"Puluhan juta pohon kratom sudah ada di Kalimantan Barat sejak dahulu kala, kalau dilarang dan ditebang, bisa jadi cap dari UNESCO terhadap daerah Hutan Betung Karibun dan Danau Sentarum Kalimantan Barat, tidak lagi menjadi paru-paru dunia," ujanya.

Untuk itu ia juga menyatakan tidak sepakat dengan BNN yang menyamakan kratom dengan narkotika. Stigma itu, ujar dia, akan merugikan petani kratom khususnya di Kalimantan Barat.

“Kratom berbeda dengan ganja. Menurut mayoritas orang yang mengonsumsi kratom bahwa mereka tidak berhalusinasi, sedangkan ganja itu berhalusinasi,” katanya.

Menurut Alifudin, kratom bisa dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan aturan yang tepat guna. Sebab itu, ia juga meminta agar pemerintah mendukung legalitas tanaman kratom.

Sementara Menkes Budi Gunadi Sadikin menyerahkan polemik kratom ke para ahli untuk diteliti dampak positif dan negatifnya. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan BNN membahas kratom.

Baca juga: BNN: Kratom dilarang total mulai 2022

Sebagaimana diwartakan, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri dan PKTN Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kalbar Eko Darmansyah S mengatakan pihaknya melakukan ekspor kratom langsung dari Kota Pontianak menuju Belanda.

"Hari ini kami melakukan kegiatan ekspor langsung dari Pontianak menuju Belanda dengan menggunakan maskapai milik pemerintah, Garuda Indonesia, dari Pontianak," ujarnya di Bandara Supadio Pontianak di Kubu Raya, Selasa (28/9).

Ia menjelaskan dengan kegiatan ekspor ini menunjukkan komoditi kratom memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

"Ini membuktikan bahwa memang untuk komoditi kratom merupakan komoditi yang bernilai ekonomi sangat tinggi. Didukung oleh rekan-rekan Bea Cukai dan yang terkait dengan lintas sektoral, tentunya yang membawahi sektor ekonomi," kata Eko Darmansyah.

Menurutnya, Gubernur Kalbar telah mengatakan pergerakan ekonomi Kalbar saat ini dalam tren positif. Disperindag mengajak mengawal momentum ini, salah satunya dengan tetap menjaga ritme kinerja ekspor.

Baca juga: Sutarmidji : 112.000 orang gantungkan hidup dari kratom

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel